Saturday, July 13, 2019

PERTEMUAN PJ & PS: SALAMAN, NAIK MRT, MAKAN SIANG


Akhirnya pertemuan antara dua capres 2019 terjadi juga. Dan tidak seperti yang mungkin diperkirakan banyak orang: Di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jaksel, dilanjutkan naik MRT, dan berakhir dengan makan siang. Konon setelah itu PS mengucapkan selamat kepada PJ atas kemenangan beliau dalam Pilpres 2019.

Beres? Tergantung dari mana anda melihat dan menganalisa peristiwa penting ini. Buat saya, rakyat Indonesia seharusnya bergembira atau setidaknya lega dengan peristiwa ini. Mungkin belum bisa dianggap rekonsiliasi sudah terjadi,
tetapi saya kira ini sebuah tahap permulaan bagi rekonsiliasi.

Rekonsiliasi, seperti yang saya katakan berkali-kali, haruslah tampak dalam PENGUATAN INSTITUSI-INSTITUSI DEMOKRASI. Rekonsiliasi dalam pemahaman ini sama sekali bukan transaksi atau barter kekuasaan politik. Dan itu artinya keberhasilan rekonsiliasi hanya bisa dilihat dalam proses dan berbagai praktik baik di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif.



















Namun bagaimanapun juga, pertemuan ini adalah awal yang baik dan perlu dilanjutkan. Para pendukung Pj maupun PS kini bisa konsentrasi menghadapi periode 2019-2024 secara lebih substantif dan produktif bagi kepentingan bangsa dan NKRI


Alhamdulillah. Selamat buat PJ dan PS serta Rakyat Indonesia..!!




Share:

PERANG OPINI KEPULANGAN HABIB RIZIEQ


Pengacara Habib Rizieq Syihab (HRS) melontarkan argumen anyar terkait problem yg dihadapi kliennya sehingga tak bisa segera kembali ke tanah air. Ia bilang:

"...institusi resmi di Indonesia meminta Imigrasi Arab Saudi mencekal Habib Rizieq hingga kini overstay. Jadi overstay-nya bukan kesalahan Habib Rizieq tapi atas permintaan institusi resmi di Indonesia."

Yang menjadi pertanyaan saya adalah, sejauh mana kebenaran omongan pengacara itu? Apakah pengacara tsb punya fakta dan bukti kuat atau itu hanya sebuah taktik "lempar batu sembunyi tangan" yg ditujukan kpd Pemerintah RI?

Agar jawaban bisa terang benderang, tak bisa lain kecuali Pengacara tsb diminta membuktikan statemen tsb. Jika statemen tsb dibiarkan dan berkembang di ruang publik, maka implikasinya setidaknya ada dua: 1) Pemerintah PJ akan dianggap bersekongkol dg negara asing dlm kasus HRS, dan 2) Tudingan tsb akan dijadikan sebagai bagian dalam berbagai manuver politik untuk mendelegitimasi PJ ke depan.

Asumsi sementara saya, MENGGESER persoalan hukum yg semula adlh tanggungjawab PRIBADI dari HRS menjadi tanggungjawab PJ dan Pemerintahnya, merupakan strategi pembentukan opini publik yg ampuh dan efektif. Apalagi jika media dan medsos menjadi corongnya!

Pemerintah PJ harus cepat dan tepat meresponsnya. Misalnya, segera memeriksa pengacara HRS tsb agar dapat diketahui sejauhmana kebenaran statemennya secara hukum.

Simak tautan ini:
Share:

Friday, July 12, 2019

HAUL KE 36 ALMAGHFURLAH KH. ABD FATAH AL-MANSHUR


Kami keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Kholidiyah, Desa Plumpang, Kec. Plumpang., Kab. Tuban, Jatim, Insya Allah, akan menyelengggarakan acara Haul ke 36 Amaghfurlah KH. Abd. Fatah Al-Manshur & para Masyayikh pada 18-20 Juli 2019 yad.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian acara Haul tahun ini mencakup ;1) Bahtsul Masail Diniyyah; 2) Seminar Nasional; dan 3) Pengajian Akbar. Selain itu juga diselenggarakan acara Festival Anak Sholeh ke XI, kegiatan para santri dan murid sekolah-sekolah ibtidaiyyah, diniyyah, Tsanawiyyah, dan SMA di lingkungan Yayasan, serta kegiatan sosial berupa khitanan massal untuk anak-anak di desa Plumpang.

Seminar tahun ini akan bertemakan "Peran Lembaga dan Pondok Pesantren Sebagai Pilar Utama Penguatan Pancasila', hasil kerjasama antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Kholidiyah. Nara sumber seminar: 1) Prof. Dr. H. Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI); 2. Prof. Dr. Haryono, M.PD (Kepala Pengarah BPIP RI); 3). Laksamana TNI (Purn.) H. Ade Supandi, SE, MSc, PhD (mantan KASAL RI); dan Dr. H. Muhammad AS Hikam, MA, (Ponpes Salafiyah Kholidiyah Plumpang) sebagai pembicara kunci.

Pengajian Akbar akan menghadirkan: 1) K.H. Yamin Mu'allim (Ponpes Langitan Tuban); dan 2).KH. Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jatim). Tahlil Akbar dan Tahfidzul Qu'ran (bil Ghoib dan Bin Nadzor) juga akan diselenggarakan dalam rangkaian Haul ini,

Silakan para sahabat hadir dalam acara tahunan ini, semoga dapat memperkuat silaturrahim kebangsaan. Amin. Trims (MASH)
Share:

Friday, July 5, 2019

RADIKALISME DAN RADIKALISASI 4.0.


Alhamdulillah agenda menghadiri seminar di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada hari ini (4/07/19) terlaksana dengan baik dan lancar. Temanya memang rada "berat" bagi saya karena terkait dengan isu yang lagi trendy saat ini serta prodi yang punya gawe, yakni "Industri 4.0." Namun karena saya kebagian sub tema Ketahanan Nasional dan isu ancaman radikalisme, maka bisa menyesuaikan.
Dari seminar ini muncul istilah baru: Radikalisme dan Radikalisasi 4.0 (RR 4.0) yang berciri: cepat, meluas, tak kasatmata, dan sulit untuk dideteksi serta dibendung dengan cara cara konvensional belaka.

RR 4.0 sangat dipengaruhi oleh globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang dimanfaatkan dengan efeltif untuk penyebaran ideologi dan gerakan radikal di seluruh dunia, termasuk tapi tak terbatas kepada RI.

Penetrasi dan infiltrasi radikalisme di Indonesia saat ini bukan hanya terjadi di kalangan masyarakat sipil tetapi juga di kalangan aparat negara, termasuk TNI, Polri, ASN, BUMN, dan PTN. Fakta keras inilah yang mengharuskan kita untuk tidak pernah meremehkan bahaya yg terang dan hadir (a clear & present danger) yang sedang dan akan dihadapi bangsa dan negara di masa kini dan depan.

Bangsa kita, termasuk generasi muda TNI, harus mengetahui dan menyadari sejak dini tugas ini. Apalagi merekalah yang akan menjadi pembawa amanat konstitusional sebagai komponen utama pertahanan dan keamanan negara. Jelas bahwa TNI harus semakin meningkatlan kapasitasnya dalam bidang penguasaan teknologi masa depan. Namun selain itu juga diharuskan semakin memahami pentingnya inovasi dalam menyikapi dinamika masyarakat pasca-modern yang seringkali tidak ditemukan refrensinya pada masa sebelumnya.

Kemampuan inovasi inilah yang semestinya juga dijadikan salah satu target dalam pembangunan
SDM oleh Pemerintah. Dalam konteks menghadapi dan mengantisipasi bahaya radikalisme dan radikalisasi dalam masyarakat dan kehidupan berbangsa, SDM inovatif akan mampu mendeteksi secara dini dan bahkan memprediksi serta membuat skenario2 responsif.

Kemampuan meningkatkan daya inovatif tidak selalu harus menggunakan sumber dari luar, tetapi juga menggali "local knowledge and wisdom" dan menjadikannya sebagai bagian bahan. Kemampuan para pendiri bangsa merumuskan filosofi dan ideologi negara Pancasila merupakan salah satu buktinya. Kita sebagai generasi penerus wajib hukumnya utk memperdalam dan memerluas dalam.konteks kekinian dan masa depan.

Gabungan dan sinergi antara pembaharuan atau modernotas dan kesinambungan khazanah budaya akan memberikan warna tersendiri dan juga kualitas tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pada gilirannya ketahanan nasional akan sangat terbantu, ternasuk ketika nenghadapi ancaman radikalisme dan radikalisasi seperti saat ini. Semoga.
Share:

Monday, July 1, 2019

TRUMP & KIM JONG UN MEMBUAT SEJARAH

Pertama kali dalam sejarah pasca Perang Korea, seorang Presiden AS yg sedang memerintah mengunjungi dan menyeberangi garis perbatasan militer (DMZ) antara Korsel dan Korut.

Presiden Donald J. Trump menorehkan sejarah tsb ketika hari ini (Minggu, 30/06/19) bersama Presiden Korut, Kim Jong Un, melewati DMZ tsb dan berbicara beberapa menit. Trump sendiri memang dua hari sebelumnya pernah menyatakan keinginannya untuk bisa bertemu di Korut dan bicara langsung dengan Kim. Tetapi tetap saja momen ini mengejutlan, bahkan bagi Kim sendiri, dan merupakan momen bersejarah bagi AS, Korut, Korsel dan bahkan dunia.

Terlepas dari kontroversi yang senantiasa mengiringi ucapan dan tindakan Presiden AS tsb, peristiwa ini akan tercatat sebagai capaian besar dan, tentunya, akan dijadikan sebagai salah satu tema kampanye keberhasilan polugri Trump menghadapi Pilpres 2020.

Bagaimana reaksi Partai Demokrat AS dan ekit serta calon kandidat mereka, akan bisa kita ikuti dan saksikan segera.

Simak tautan ini:

Share:

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS