Wednesday, January 17, 2018

MELAWAN "VIRUS" LEMBEK PIKIRAN: MENGENANG DR. MARTIN LUTHER KING, JR.



"SUATU bangsa atau peradaban yg terus-2an hanya memroduksi MANUSIA-2 berfikiran lembek, adlh sama halnya sedang membeli KEMATIAN SPIRITUAL bangsa tsb. dg cara ANGSURAN." (Dr. Martin L. King, Jr.).

Penting buat kita renungkan, apakah bangsa kita sedang menuju pada proses menjadi bangsa besar, maju, bermartabat, dan berada di barisan depan dalam peradaban manusia. Ataukah bangsa kita sedang mengangsur kematian spiritualnya karena tak lagi memproduksi para pemikir dan pemimpin yang punya greget, jadi inspirasi dan pelopor kemajuan?

Para pendiri bangsa Indonesia adalah tokoh2 pemikir dan pejuang besar. Mereka memiliki ambeg dan cita2 serta kerja2 yg luar biasa. Mereka adlh kebanggaan bangsa kita dan diakui kebesarannya oleh dunia. Indonesia tegak kokoh sebagai salah satu pelopor anti-kolonialisme.

Saat ini kita dalam posisi sebaliknya: Bangsa yg lembek, tergantung pada kekuatan luar, mudah dipecah belah oleh ideologi radikali & anti-kebangsaan, dan diracuni obskurantisme atas nama ajaran keagamaan. Apakah ini berarti bhw bangsa Indonesia sedang mencicil kematian spiritualnya?

Bisa jadi. Karena kita sudah terlalu lama berada dalam musim kemarau pemikiran besar dan produktif. Hasilnya adalah kian bejibunnya manusia-2 lembek pikiran yang akan membawa bangsa ini menuju jurang kehancurannya. Na'udzubillah!
Share:

Tuesday, January 16, 2018

MENGUAK KRISIS DALAM PARTAI HATI NURANI

Perlahan-lahan mulai terkuak salah satu penyebab KRISIS kepemimpinan di yg sedang menerpa Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) saat ini. Yakni Partai itu kemungkinan sedang mengalami semaca "mutasi": dari sebuah wahana berkhidmat bg kepentingan bangsa & NKRI menjadi wahana utk melayani kepentingan-2 pribadi oknum PENGURUS & GENGnya pd level elite.

Indikasinya adalah adanya berbagai laku nista yg dibeberkan sendiri olh sebagian elite HANURA di ranah publik: Praktik-2 kotor mahar politik, jual beli SK dukungan pencalonan Pilkada, dan aksi pecat memecat fungsionaris yg dianggap beda.

Ironis memang!. Sebuah partai yg menggunakan HATI NURANI RAKYAT sbg orientasi nilai dlm berpolitik kini sontak terancam oleh krisis hati nurani yg membuatnya seperti ingkar akan raison d'etrenya sendiri. Jika krisis ini tak teratasi, maka nama yg indah & terhormat itu bisa menjadi sebuah olok-olok dan karikatur konyol.

Para elite dan kader HANURA yg masih waras nurani dan nalarnya WAJIB melakukan PENYELAMATAN scr tegas dan tuntas. Saya yakin kekuatan utk itu masih eksis di dalam partai tsb di seluruh pelosok Nusantara. Ingat, HANURA adlh salah satu aset Bangsa kita.

Selamat bebersih!!

Simak tautan ini:

1. https://m.detik.com/news/berita/d-3817137/hanura-pecah-oso-kalau-wiranto-mau-jadi-ketum-saya-kasih
2. http://nasional.kompas.com/read/2018/01/16/14242311/dpd-hanura-wiranto-setuju-munaslub-untuk-ganti-oesman-sapta
3. http://m.liputan6.com/news/read/3226991/wiranto-kinerja-oso-harus-berdasarkan-adart-hanura&ei=PMIrKmzO&lc=en-ID&s=1&m=517&host=www.google.co.id&ts=1516106542&sig=AOyes_S6v94EOvlt9N_LjELUIOogSbCb-Q
Share:

Monday, January 15, 2018

SOLUSI KONFLIK "LA NYALLA VS GERINDRA"

Ada dua cara yg mungkin bisa ditempuh utk selesaikan kasus La Nyalla vs Gerindra terkait isu "mahar politik": 1) Lewat proses hukum dg melibatkan KPU/D dan Bawaslu; 2) Cari solusi win-win scr tertutup & deliberatif antara kedua pihak.

Solusi pertama, saya skeptis bisa EFEKTIF karena KPU/D & Bawaslu tak akan punya cukup kekuatan, ketegasan, dan kemampuan melakukan penyelidikan yg tuntas thd kedua belah pihak.

Solusi kedua, hemat saya, lebih BERPOTENSI efektif apabila ditempuh, karena akan mampu mengembalikan dan menjaga MARWAH & INTEGRITAS politik kedua belah pihak. Yg perlu dijaga adlh konfidensialitas proses perundingan dan penyelesaian/ resolusi.

Solusi melaporkan ke aparat penegak hukum spt Polri lebih baik DIHINDARI. Sebab hanya akan menambah panjang masalah dan berdampak negatif secara politis kpd kedua belah pihak. Khususnya bagi Gerindra yang akan menghadapi Pilkada 2018, Pileg dan Pipres 2019.

Simak tautan ini:

Share:

Monday, January 8, 2018

SUDAHKAH ANDA MENGECEK "LEVEL" KEBERAGAMAAN ANDA HARI INI?

Jika keberagamaan (religiosity) Anda membuat LIYAN (baik dari sesama maupun lintas-beragama) merasa tak nyaman, terusik, terganggu, terancam, apalagi tertindas, mk sudah saatnya anda melakukan REFLEKSI & KAJI ULANG atasnya.

Keberagamaan yang tidak menghasilkan kontribusi positif bagi kehidupan bersama dalam komunitas, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan, adalah SEMU dan ARTIFISIAL. Ia kehilangan substansi keberagamaan terpenting yakni spiritualitas.Orang atau kelompok orang bisa saja beragama tetapi kering spiritualistas.

Spiritualitas selalu mengedepankan etika sebagai landasan hidup, termasuk etika tanggungjawab sebagai pribadi dan anggota masyarakat, serta mengarahkan manusia kepada orientasi nilai-nilai keselarasan, kedamaian, kebersamaan, dan keluhuran akal budi.

Itu sebabnya keberagamaan yang berlandaskan spiritualitas MUSTAHIL akan menghasilkan sikap-sikap yang negatif bagi pergaulan ummat manusia umumnya, dan ummat beragama khususnya.

Jadi, hemat saya, ada baiknya Anda sering melakukan pemeriksaan kembali gagasan-2 dan sikap-2 keberagamaan Anda. Sebab manusia adalah wahana bagi kekeliruan dan lupa!
Share:

Sunday, January 7, 2018

GUYON GUSDURIANS: RESOLUSI UNTA


Dalam sebuah konggres binatang internasional terjadi perdebatan antara Singa (S) dengan Unta (U), pada sidang pleno utama. Permasalahan yg menjadi topik debat sangat strategis karena menyangkut kepemimpinan dunia binatang.

U : "Kami mengusulkan sebuah resolusi tentang kepemimpinan binatang. Mulai saat ini diserahkan oleh Singa kepada Unta."

S : "Apa yang menjadi alasan sdr Unta mengusulkan pergantian posisi yg sudah menjadi tradisi selama dunia binatang itu?"

U: "Karena ada fakta bahwa lingkungan strategis dunia perbinatangan telah berubah total."

S: "Coba berikan buktinya!"

U: "Baik. Dunia perbinatangan selama ini mengakui keunggulan manusia, dan manusia takut kepada Singa. Alasan ini dijadikan dasar mengapa anda disebut Raja. Nah baru2 ini ada bukti manusia bukan cuma takut, tetapi malah mengakui kehebatan dan kesaktian Unta."

S: "Ah, yang benar saja! Mana buktinya?"

U: "Lho masa anda gak lihat YouTube yang memviralkan tayangan seorang tokoh besar berpendidikan paling tinggi sedang minum kencing Unta. Manusia menganggap kencing kami mampu menyembuhkan salah satu penyakit yang paling ditakuti manusia, yaitu kanker. Itu buktinya!"

S: "Lha kalau cuma itu buktinya, kurang valid dan lemah."

U: "Kok bisa?"

S: "Orang itu kan baru minum kencing Unta, yang hanya rakyat, sudah bilang begitu. Bayangkan kalau dia minum kencing Singa yang Raja semua binatang. Coba kamu suruh dia datang kemari dan minum kencing saya!"

U : "!!!???***@@@***!!!"
Share:

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS