Friday, December 28, 2012

AS HIKAM: MAKNA SAFARI TAUFIK KIEMAS DAN PUAN MAHARANI KE ISTANA

Hubungan SBY-Mega Sudah Mencair

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Jum'at, 28 Desember 2012 11:43 wib
Megawati Soekarnoputeri (Dok. Okezone)
Megawati Soekarnoputeri (Dok. Okezone)
JAKARTA- Pertemuan antara politikus senior PDIP Taufik Kiemas (TK) dan putrinya, Puan Maharani, dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menimbulkan sejumlah tanda tanya.

Tak sedikit yang menduga, pertemuan tersebut dimanfaatkan TK untuk melobi Presiden agar memilih Puan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Selain itu, pertemuan TK-SBY juga disinyalir sebagai upaya untuk mendamaikan hubungan Megawati dan SBY yang dikabarkan memanas.

Namun, menurut Pengamat Politik AS Hikam,  pertemuan tersebut hanyalah pertemuan biasa dan tidak ada kaitannya dengan upaya mendamaikan Megawati dengan SBY. “Itu hanya silaturahmi biasa. Tidak terlalu jauh melihatnya. Sebab hubungan SBY dengan Megawati juga sudah cair sejak penganugerahan gelar kepada Bung Karno beberapa waktu lalu,” kata Hikam saat dihubungi okezone , Jumat (28/12/2012).

Hikam menilai, masih terlalu dini bila mengaitkan pertemuan TK-SBY dengan koalisi PDIP dengan Demokrat. “Memang dalam politik semua kemungkinan itu ada, tapi masih terlalu prematur bila menyatakan PDIP akan berkoalisi dengan Demokrat,” kata Hikam.

Lebih lanjut, mantan menteri riset dan teknologi itu mengatakan, sebagai seorang politikus, tentunya TK akan terus melakukan lobi politik, termasuk ke partai-partai lain selain Demokrat. “Taufik Kiemas itu seorang aktivis, politikus, jadi memang harus seperti itu. Langkah pak Taufiq itu justru harus diteladani semua politikus.,” katanya.

Puan, kata Hikam, memang berpotensi besar menjadi pemimpin masa depan. Tapi, Puan harus melalui sejumlah perjalanan yang panjang.  “Itu sebabnya Puan diajak bertemu dengan SBY. Dia ingin melatih Puan untuk menjadi seorang pemimpin PDIP di masa mendatang,” tuturnya.

Ketika ditanya, apakah PDIP akan berkoalisi dengan Demokrat, Hikam menjawab, “Masih jauh, masih harus ada follow up, kalau dipersentase baru 25 persen, masih kecil. Tapi kemungkinan koalisi selalu ada. Lihat saja, nanti setelah pemilu legislatif, karena konstelasi akan berubah setelah pemilu legislatif,” tutup Hikam.
(ugo)
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS