Friday, December 7, 2012

AS HIKAM: JANGAN SAMPAI PEMERINTAHAN SBY SEPERTI "BEBEK LETOY""



Tri Kurniawan - Okezone
Jum'at, 07 Desember 2012 09:56 wib


JAKARTA - Pengamat politik AS Hikam mengatakan, ditetapkanya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi proyek Hambalang, menjadi babak baru kekisruhan di kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Padahal sebelumnya, Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II sempat diguncang dengan pernyataan-pernyataan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, serta laporan Sekretaris Kabinet Dipo Alam, soal adanya kongkalikong di kementerian.

Permasalahan tersebut, menurut Hikam, harus segera dituntaskan oleh Presiden SBY. Mengingat, waktu pemerintahan SBY hanya tinggal kurang dari dua tahun. "Kalau semua tidak diberesin dua tahun ini akan menjadi pemerintahan yang kaya bebek letoy, jadi lemah," kata dia kepada Okezone di Jakarta, Kamis (6/12/2012) malam.

Jika tidak peka dan tak segera memberikan sikap tegas, maka celoteh Presiden SBY yang mengatakan akan berada di garda terdepan dalam melakukan pemberantasan korupsi hanya akan menjadi impian belaka.

"Berbagai masalah jadi satu, tidak dilakukan langkah yang tepat dan tegas. Kewibaawaan pemerintah kan keropos kalau kayak begini. Sampai sekarang ini masih bisa dilakukan pencegahan masalah-masalah seperti ini, misal dengan ketegasan yang cepat. Setiap ada masalah jangan ditunda, langsung diselesaikan fundamental," ujarnya.

Berlarut-larutnya polemik yang dimuncul di Istana akan berdampak buruk pada kewibawaan negara. Jika tidak sigap dalam mengatasi permasalahan yang ada, terutama kasus korupsi, maka kewibawaan SBY selaku presiden juga akan luntur di mata masyarakat.

"Karena manajemen yang kurang tegas dan kurang cepat dalam memutuskan. Wibawa itu kan ikutan juga dengan kinerja. Kharisma itu kan bisa naik turun tergantung kinerja. Ini keseluruhan kabinet yang tidak padu," sambung Hikam.

Seharusnya, Presiden SBY mampu bersikap tegas dalam memberikan keputusan terkait berbagai masalah yang muncul di kabinetnya. Jika tidak, masalah itu akan berlarut-larut dan memberikan peluang bagi pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan keadaan.

"Masalah yang tidak diselesaikan dengan tidak tepat, ya bisa diartikan hanya menunda kekalahan saja. Kelompok-kelompok yang oposisi itu kan semakin menggunakan seperti ini untuk melakukan manuver," ungkapnya.
(trk)
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS