Wednesday, January 2, 2013

ALASAN WAMEN ESDM TTG KENAIKAN TDL TIPIKAL NALAR TEKNOKRAT

Seperti saya posting kemarin, salah satu alasan paling klasik untuk menjustifikasi kenaikan tarif listrik (dan tarif apapun juga) adalah "rakyat bawah tidak akan dibebani." Nalar yg dipakai oleh Wamen ESDM adalah tipikal nalar birokrat dan teknokrat yg melihat segala sesuatu secara terpisah-pisah dan parsial. Jadi karena yg kena tarif baru adlh mereka yg listriknya 1.300 kwh atau di atasnya, berarti mereka yg di bawahnya tidak kena. Padahal, implikasi kenaikan TDL kan bukan cuma itu saja. Bagaimana kalau kemudian harga bahan pokok, biaya transportasi, obat-obatan juga ikut naik karena alasan biaya listrik naik? Apalagi para pengusaha sudah mulai bicara ttg kemungkinan PHK jika TDL naik? Ini baru soal nalar utk membela kenaikan TDL yg menurut hemat saya "alay" sehingga tidak meyakinkan publik. Belum lagi soal apakah setelah TDL naik, Dirut PLN menjamin (dg taruhan jabatannya) tak akan ada pemadaman listrik selama setahun penuh di seluruh Republik ini?!

 Selanjutnya baca tautan ini:


http://www.rmol.co/read/2013/01/02/92354/Wakil-Menteri-ESDM:-Kenaikan-TDL-Tahun-Ini-Tidak-Membebani-Rakyat-Bawah-)
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS