Tuesday, April 9, 2013

MEMIMPIN TIDAK BERARTI HARUS SELALU DI DEPAN

Secara harfiah memimpin (to lead) berarti berada di barisan terdepan. Tetapi dalam teori dan praksis kepemimpinan, posisi sering tidak perlu menjadi ukuran baku. Bahkan kalau mengikuti teori kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara, tokoh Taman Siswa itu, maka posisi pemimpin (fisik maupun moral), bisa berganti-2 fungsinya: "Ing ngarso sung tulodho" (ketika di depan memberi teladan); "Ing madyo mangun karso" (ketika di tengah menjadi inspirator); "Tut wuri handayani" (ketika di belakang, menjadi pendorong/ motivator). Jadi seorang pemimpin, secara fisik maupun secara moral harus ada di mana-2, ajur-ajer (melebur jadi satu) dengan yang dipimpin. Hanya pada saat-saat tertentu pemimpin secara fisik perlu tampil di depan. Posisi secara fisik di depan tidaklah selalu diperlukan, karena di belakangpun seorang pemimpin masih tetap menjadi memimpin dan bisa dirasakan kepemimpinannya.

Selanjutnya  baca tautan ini:

http://polhukam.rmol.co/read/2013/04/09/105703/SBY:-Pemimpin-Itu-di-Depan,-Bukan-di-Belakang-
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS