Tuesday, July 23, 2013

LUCU KALAU WAGUB RANO KARNO BARU 'NGEH' DIRINYA DIABAIKAN

Ada-ada saja kekonyolan di Republik ini. Pecah kongsi Gubernur dg wakilnya di Banten, mengingatkan ketika Foke dan Prijanto juga "pisah ranjang". Dan publik sudah sangat paham bahwa lebih dari 80% pasangan Pemilukada di Indonesia memang pecah kongsi. Kena[pa? sederhana saja: pasangan-2 itu dibentuk karena transaksi politik, bukan kesatuan gagasan dan ideologi partai, apalagi karena kemampuan! Di Banten, anak-2 saja paham bahwa target utama Gubernur Atut adalah pelestarian dan pengembangan dinasti keluarganya. Bukan soal bagaimana membuat Banten menjadi contoh daerah yang maju, modern, dan demokratis. Kalau kemudian Rano Karno (RK) dijadikan pasangan dalam pilkada, itu jelas bukan karena RK sepaham atau se ide. Apalagi untuk membuat wagub dari PDIP itu sebagai pasangan layaknya Jokowi-Ahok! Jauh panggang dari apai. PDIP dan RK mestinya sudah tahu sejak awal, dan kalau tidak tahu, berarti mereka tak cerdas dlm berpolitik. Jangan hanya bisa salahkan Atut. Kan Gub Atut dkk terang-2an sejak lama telah mengembangkan dinasti keluarga ke dalam jejaring kekuasaan Banten dan Pusat. Anaknya pun jadi anggota DPD dan satu lagi sedang menyusul jadi caleg! Ketidak cerdasan elit PDIP dan RK yang begitu mudah dimanipulasi oleh iming-2 kekuasaan juga harus disalahkan. Ujung-2nya, "sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian mau pecah kongsi!" Say yakin Gub Atut dkk terpingkal-2 menyaksikan RK yg ngambek.

Selanjutnya baca tautan ini:


http://nusantara.rmol.co/read/2013/07/23/119473/Pecah-Kongsi,-Rano-Karno-Ingin-Mundur-dari-Wagub-
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS