Tuesday, August 27, 2013

HARI GINI MLARANG PEREDARAN BUKU?

Seandainya buku saya yang dilarang beredar, alangkah gembiranya saya dan penerbit saya! Itulah iklan yang paling murah dan paling efektif utk membuat buku saya laku keras di pasaran, diburu orang banyak, dan ngetop di mata publik serta media. Mungkin saja buku saya 'tidak ada apa-apanya' atau biasa-biasa saja, atau malah sebetulnya tidak bermutu sama sekali. tetapi gara-2 dikabarkan sudah dilarang (apalagi oleh penguasa), maka psikologi massa yg cenderung menyukai apa yang tak disukai oleh penguasa akan membuat respon sebaliknya: mereka akan mencari dan membicarakan serta menyebarkannya (terang-2an atau sembunyi-2!). Itulah yg dulu dialami oleh Salman Rushdie (SR) dg buku "Ayat-ayat Setan" (The Satanic Verses) nya. Atau buku-2 dahsyat karangan alm. Pramoedya Ananta Toer (PAT). Pelarangan buku oleh penguasa atau sekelompok orang, bisa saja berhasil tetai lebih sering malah menjadi 'iklan gratis'. Di samping tidak elegan dan berpotensi melanggar hak asasi, melarang sebuah buku yag berisi kritik thd kekuasaan juga sebuah kesia-2an. Semoga pelarangan buku 'Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas' (AUTPC) bukan dilakukan oleh Pemerintah, tetapi hanya kebijakan toko buku dan jejaringnya yang (dg berbagai alasan) khawatir kena masalah. Sebab dalam kondisi seperi saat ini, menciptakan citra negatif dari publik adalah hal yang harus dihindari oleh siapapun yang berkuasa di negeri ini.

Selanjutnya baca tautan ini:

http://politik.rmol.co/read/2013/08/27/123351/Anas-Tumbal-Politik-Cikeas-Sebaiknya-Dibalas-Dengan-Buku-
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS