Saturday, November 23, 2013

PERANG HACKERS RI VS AUSSIE KONTRAPRODUKTIF

Sebelum persoalan tak dapat dikontrol lagi, sebaiknya Pemerintah Indonesia dan Aussie segera bertemu dan menyelesaikan ketegangan hubungan diplomasi ini secara baik-2. Terus terang saya sangat khawatir dengan semakin meningkatnya serang menyerang antar-hackers dari kedua belah pihak yang, jika semakin tak terkontrol lagi, akan masuk ke wilayah-wilayah yang sangat vitak bagi keamanan dan kepentingan umum. Jika Garuda dan Polri sudah mulai diretas oleh Australian Anonymus, demikian juga Polisi Australia dan Bank Sentral negeri Kanguru sudah diretas oleh Indonesian Anonymus, maka bisa saja semua lembaga negara dan swasta yang strategis akan menjadi padang pertempuran. Terlepas dari kepercayaan saya terhadap kedigdayaan para peretas Indonesia, tetap saja saya lebih memilih peredaan dan penghentian retas-meretas. Bangsa kita boleh saja marah terhadap PM Tony Abbot (TA) yang keukeuh dg pendiriannya untuk tidak mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada RI. tetapi akal sehat tetap harus dijaga pula, sehingga ketegangan diplomatik ini tetap dalam batas-2 yang tidak sampai kebablasan. Australia harus paham bhw bangsa Indonesia bukan bangsa yang bisa diremehkan dan arogansi para elite politik di negeri itu harus paham bahwa Indonesia akan tetap ada di muka mereka, baik mereka suka atau tidak. Sebaliknya, bangsa Indonesia juga harus belajar bahwa kendati memiliki prinsip bertetangga baik tetapi jangan melupakan kewaspadaan.

Baca tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/21/078531300/Hacker-Indonesia-Lumpuhkan-Situs-Polisi-Australia
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS