Sunday, November 30, 2014

KETIKA PAUS FRANSISKUS BERDOA DI MASJID BIRU

Buat para pengagum, pendukung, dan penyebar obskurantisme, kabar seperti yg disiarkan tautan di bawah ini mungkin akan membuat mereka makin marah dan bukannya bertambah sadar atas kekeliruan menafsirkan ajaran agama. Batapa tidak, beberapa minggu lalu ada kabar bahwa ummat Islam di Washington DC, dipinjami Kathedral utk berjum'atan. Lalau para obskurantis itupun bilang, "Oh, akalu Masjid tidak boleh dipakai beribadah agama lain." Lalu hari ini ada kabar bvahw Paus Fransiskus memanjatkan do'a di Masjid Biru, Istambul Turki, bersama seorang Ulama Islam, Mufti Rahmi Yaran. Tentu Pemilik Tahta Suci Vatikan itu tidak sedang berdoa secara Islam, tetapi secara Katolik. Dan rakyat Turki, yang 99,99% adalah Muslim itu tampaknya sumringah menyambut event tersebut. Sebab ternyata Paus sebelumnya, Paus Benediktus VI, juga pernah berdoa di Masjid tsb, pada 2006. Dan tentu saja sudah banyak yg lupa atau pura-pura lupa.

Relasi lintas-ummat beragama, sebenarnya adalah fenomena sosial dan buday yang biasa-biasa saja, kalau saja paham-paham obskurantis tidak diambil mumat, apalagi berkembang dalam masyarakat. Apa yg terjadi di Washington atau Istanbul, boleh terjadi di Jakarta, di Maluku, di Manado, dll. Sebab agama pada dasarnya tidak mengajarkan kebencian, baik sesama saudara seiman, maupun thd yang lain. Hanya saja karena kepentingan sekelompok manusia, maka ajaran agama lantas diplintir sedemikian rupa sehingga alih-alih menjadi sarana membangun dan mempererat kebersamaan manusia, malah menjadi penghancur. Dan hal itu terjadi dalam sejarah manusia sejak zaman dahulu, sekarang dan mungkin yad. Tugas para agamawan dan ummat beragama adalah mempersempit ruang gerak bagi pikiran obskurantis dan pendukungnya.

Bagi bangsa Indonesia, yg jauh lebih heterogen ketimbang bangsa Turki, harusnya peristiwa doa Paus Fransiskus dan sebelumnya Paus Benediktus VI di Masjid Biru tersebut lebih penting lagi maknanya. Sebab dengan kondisi yg majemuk seperti ini, pikiran-2 obskurantis dan para pendukungnya mungkin akan lebih mudah disebarluaskan utk alat adu domba dengan mengatas namakan ajaran agama. Peristiwa di Turki itu mengingatkan pada ummat beragama di Indonesia, bahwa harmoni dan persatuan dalam kemajemukan itu ternyata ada dan bisa. 


Simak tautan ini:

http://internasional.kompas.com/read/2014/11/29/21435161/Paus.Fransiskus.Berdoa.di.Masjid.Biru.Istanbul






Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS