Sunday, February 1, 2015

MENUMPAS ISIS ADALAH KEWAJIBAN KEMANUSIAAN

Saya tidak akan mendownload atau memosting video pemenggalan warga Jepang, Kenjo Goto (KG), oleh ISIS di TL ini. Saya belum melihat dan, bahkan, tak berminat melihat video yg mempertontonkan kebiadaban kaum teroris tsb. Tetapi saya jelas mengutuk organisasi dan perilaku teroris la'natullah 'alaihim tsb. Apalagi mereka dg sengaja telah mendistorsi dan memalsukan ajaran Islam utk melegitimasi perbuatan mereka. Sama dengan Nazi yg dikutuk seluruh ummat manusia, ISIS atau IS sangat layak utk diperlakukan sama dg kaum fasis Jerman tsb. Dunia mesti bersatu padu, sama dg ketika dunia menghentikan kebiadaban Nazi dahulu. Bagi saya pribadi, siapapun yang masih mencoba memberikan argumen pembelaan atau apologia bagi ISIS dan perbuatannya adlh sama dan/atau perlu diperlakukan dengan pembela kebiadaban thd kemanusiaan.

Terlepas dari berbagai teori dan analisa mengenai ISIS dan perilaku biadabnya, satu fakta yg tidak mungkin dibantah adalah bhw kekejaman yang dipertontonkan organisasi teror tersebut telah membuat agama Islam, ummat Islam, dan bahkan perdaban Islam telah, sedang, dan akan terus dicemarkan dan difitnah serta menjadi olok-2 manusia di dunia. Karenanya, ISIS mesti dihentikan keberadaannya dan tanpa kompromi. Dimulai dari Indonesia, pemerintah perlu terus menerus melakukan seluruh upaya membendung dan memberantas perkembangan dan pengaruh organisasi tsb, dimulai sejak dari gagasan sampai dg organisasi dan kiprahnya. Pada saat yg sama, RI menggalang kerjasama regional dan internasional dg tujuan membatasi ruang gerak ISIS sampai sekecil-kecilnya dan kemudian menghancurkannya. ISIS adalah bukan hanya bencana bagi ummat Islam di seluruh dunia, apalagi di Timteng saja, tetapi ia adalah bencaana bagi seluruh manusia di muka bumi ini.


Simak tautan ini:

http://internasional.kompas.com/read/2015/02/01/08334461/Video.Pemenggalan.Wartawan.Jepang.oleh.ISIS.Beredar.di.Internet
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS