Saturday, August 29, 2015

KPK DAN HANCURNYA SALAH SATU LEGACY REFORMASI

Prospek KPK kian hari kian bertambah gelap. Sebelumnya para pimpinan lembaga antirasuah -yg dikenal oleh publik sangat tegas dan berani itu- terkena kriminalisasi, sehingga mereka sampai kini tak jelas juntrungan kasusnya serta harus non aktif dari jabatan. Kini persoalan yg dihadapi KPK lebih absurd lagi: para calon pimpinan yg sedang menjalani seleksi oleh Pansel KPK  sudah mulai dibayang2i oleh kemungkinan jadi pesakitan. Kendati belum jelas siapa diantara para capim tsb yg akan terkena dan dalam kasus apa, tetapi pesan yg dikirimkan kepada publik di seluruh negeri sudah terang benderang. Yaitu bhw capim KPK yg terseleksi saat ini bukanlah figur2 yg ideal. Otomatis pula sudah dikesankan kepada publik  bhw kinerja Pansel KPK tidak bagus dan/atau berkualitas sebagaimana diharapkan. Sebab ternyata hasil penyaringan yg dilakukan Pansel sampai saat ini masih menyisakan calon2 yg berpotensi menjadi tersangka!

Alangkah menyedihkan nasib lembaga yg nyaris menjadi satu2nya hasil reformasi yg masih bisa dibanggakan oleh negeri ini. Satu demi satu pilarnya dipreteli dan dihancurkan. Proses pelemahannya, yg dilakulan secara kasatmata, sistematis, dan terstruktur, pun seakan dibiarkan oleh Pemerintah Jokowi (PJ) dengan dalih klise: tidak mau dituding campur tangan! Rakyat yg mendukung KPK pun kian hari kian habis staminanya karena kuat dan berkesinambungannya tekanan dan gempuran penghancuran dari luar dan dari dalam lembaga anti korupsi itu sendiri.

Barangkali, hanya keajaiban atau mukjizat dari Tuhan saja yg akan bisa menyelamatkan KPK. Mungkin secara kelembagaan, ia masih ada tetapi ibarat petinju ia sudah kehilangan bukan saja staminanya tetapi juga kemauan dan kemampuan berlaga. Dan yg lebih parah lagi, para supporternyapun sudah tidak ada lagi yg berani bersorak..! Dan saya yakin seyakin2nya jika lembaga antirasuah ini hancur, maka hancur pula legacy reformasi yg terpenting.

Lalu masihkah kita akan bicara tentang konsolidasi demokrasi di negeri ini?


Simak tautan ini:

http://nasional.kompas.com/read/2015/08/28/18134761/Kabareskrim.Mau.Diloloskan.Enggak.Apa-apa.asal.di.Kemudian.Hari.Jangan.Dituduh.Kriminalisasi
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS