Thursday, November 26, 2015

SAATNYA RAKYAT MENGHENTIKAN PARA GARONG MEMBUNUH KPK

Ulah para politisi sontoloyo (poliyo) di Senayan kian menunjukkan usaha mereka untuk mengganjal, menciptakan kegaduhan, dengan tujuan akhir membunuh lembaga pemberantasan korupsi, KPK. Setelah berkali-kali para poliyo itu ditengarai melakukan upaya pelemahan terhadap lembaga antirasuah secara sistematis namun belum berhasil, mereka beralih memakai cara yang brutal. Indikasinya adalah mereka semakin terang-terangan dan tidak risih lagi melakukan tekanan terhadap Panitia Seleksi (Pansel) KPK dengan menggantung proses pemilihan calon-2 pimpinan baru lembaga tsb. Para poliyo Senayan bukan lagi hanya ingin melemahkan, tetapi benar-benar akan membunuh KPK.

Betapa tidak, jika kita saksikan bagaimana para poliyo Senayan itu ingin membuyarkan kerja keras Pansel KPK yang sejatinya sudah memasuki tahap terakhir, yakni pemilihan oleh DPR setelah Pemerintah mengajukan delapan nama yang dihasilkan proses seleksi panjang oleh Pansel. Semua orang tahu bahwa proses seleksi yang digunakan sangat terang benderang, terbuka, dan akuntabel. Demikian pula, proses seleksi itu diawasi publik dari dekat dan secara seksama oleh publik. Tetapi para poliyo itu kini justru menggantung tahap akhir itu. Alasan yang dipakai macam-macam, seperti kemungkinan adanya pelanggaran UU atau karena tidak ada unsur Jaksa, dll. Padahal, kalau para poliyo itu benar-benar mau jujur dengan diri sendiri, seluruh proses yang dilakukan oleh Pansel KPK bisa mereka pantau, cermati, dan kritik dari awal sampai akhir. Lalu kenapa para poliyo itu demikian bernafsu untuk menggagalkan kerja Pansel KPK?

Jawabannya tidak sulit. PERTAMA, karena bisa saja diantara para poliyo itu ada beberapa orang yang berpotensi menjadi pihak-2 yang terlibat dalam kasus tipikor. Oleh karena itu, inilah kesempatan bagus utk melakukan manuver membunuh KPK, atau minimal melakukan intimidasi politik dengan memakai wewenang sebagai pihak yg memilih calon-2 pimpinan lembaga tsb. KEDUA, para poliyo itu juga tahu belaka bahwa dengan mengancam proses ini, maka mereka bisa melakukan tawar menawar politik dengan Istana. Mereka, para poliyo dan partai politik yg ada di belakangnya, tentu mengancam jika kehendak mereka tidak dituruti maka KPK tidak akan memiliki kelengkapan pimpinan, sehigga tak bisa bekerja optimal. KETIGA, para poliyo, secara langsung atau tidak langsung, ingin mempertontonkan diri kepada KPK bahwa merekalah yang punya kuasa menentukan hidup dan matinya lembaga antirasuah tsb. KEEMPAT, aksi brutal ini juga sekalian menjadi semacam cara untuk melakukan tawar-menawar kepada 8 orang calon yang akan menjadi pejabat di KPK jika ingin lolos dalam proses pemilihan oleh DPR.

Meminjam istilah Buya Syafii Maarif (SM), maka saya menganggap apa yang dilakukan thd KPK ini adalah refleksi dari kuatnya pengaruh politisi-2 bermentalitas garong di Senayan. Jika politisi-2 ini dibiarkan merajalela, tak mungkin negeri dan bangsa ini akan menjadi berubah lebih baik. Yang sangat mungkin adalah keterpurukan dan kehancuran di semua segi yang strategis, termasuk dalam pemberantasan korupsi yg menjadi amanat reformasi. Sudah waktunya rakyat Indonesia menghentikan ulah para politisi bermental garong di Senayan.

Mengharapkan para garong utk mendukung pemberantasan korupsi adalah suatu "hil yang mustahal" dan sebuah kesia-siaan, bukan?
 
Simak tautan ini:

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS