Monday, February 8, 2016

RESIKO MEMPERJUANGKAN PLURALISME DAN TOLERANSI

Professor Larycia Hawkins (LH), adalah seorang perempuan pengajar tetap dalam bidang ilmu politik di Wheaton College, di kota Chicago. Illinois, Amerika Serikat yang memilih meninggalkan kampusnya demi sebuah keyakinan dan perjuangannya. Dalam sebuah posting statusnya di Facebook, LH, perempuan kulit hitam dan seorang Kristiani, menulis bahwa ia akan memakai jilbab pada Hari Advent, sebagai solidaritas kepada ummat Islam, karena "ummat Islam dan ummat Kristiani menyembah Tuhan yang sama,". Bagi LH, tidak pada tempatnya jika terjadi diskriminasi terhadap kaum Muslimin di negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, hanya karena perbedaan keyakinan tsb.

Kontan saja status facebook itu ditanggapi oleh pihak Wheaton College, yang kemudian menskors LH dan bahkan ada rencana memecat dosen tetap tersebut dari jabatannya. LH pun bergeming. Bukan saja beliau tampil memakai jilbab pada peringatan Hari Advent, tetapi juga pada perayaan Hari Hijab Sedunia, sebagai tanda solidaritas dan empatinya kepada ummat Islam di AS. Setelah para kolega dosen melayangkan protes kepada pihak kampus, maka pemecatan tidak dilakukan, tetapi LH mengundurkan diri dari Wheaton College "setelah ada perundingan tertutup (confidential) antar pihak kampus dan dirinya." Pimpinan Universitas pun meminta maaf atas kehebohan yang timbul, sementara LH dengan suka rela mundur dari jabatan sebagai dosen tetap.

Pengalaman LH bisa menjadi contoh bhw perjuangan membela kebebasan beragama dan solidaritas lintas-ummat beragama memang beresiko, termasuk di sebuah negara yang telah memiliki tradisi demokrasi beratus tahun sep[erti di AS. Ada kalanya sebuah lembaga pendidikan tinggi, yang seharusnya paling depan dalam memegang teguh toleransoi, hak asasi, dan kebebasan akademis, ternyata gagal dalam pelaksanaan. Perjuangan LH hanya salah satu dari sekin banyak kasus yang terjadi di seluruh dunia yang dihadapi oleh para aktivis perlindungan HAM dan relasi harmonis antar-ummat beragama.

Di Indonesia, kasus semacam ini mungkin masih belum pernah terjadi (setidaknya setahu saya), tetapi bukan tidak mungkin akan muncul juga karena kondisi relasi lintas ummat beragama yang juga mengalami kemerosotan. Sosok seperti LH akan menjadi rujukan yang memberikan semangat kepada semua pihak yang memperjuangkan nilai-nilai luhur demi kehidupan yang harmonis antar ummat beragama.

Simak tautan ini:

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS