Saturday, September 3, 2016

BUDI GUNAWAN SEBAGAI KEPALA BIN

 Keputusan Presiden Jokowi (PJ) untuk mengganti Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, yg akrab dipanggil dg Bang Yos (BY), dengan Komjen Budi Gunawan, yg akrab dipanggil dg BG dan kini masih menjabat sebagai Wakapolri itu, mengakhiri desas desus yg sempat berkembang di masyarakat mengenai akan terjadinya oenggantian pimpinan lembaga telik sandi tsb. Kita seyogyanya menyikapi hal ini secara positif dan tak bersyakwasangka, dlm arti bahwa PJ melakukan pergeseran tsb setelah melalui pertimbangan yg matang dan rasional.

Terlepas dari kemungkinan akan munculnya pro dan kontra, namun setidaknya dari perspektif kamnas khususnya pencegahan dan upaya pemberantasan ancaman yg berasal dari radikalisne dan aksi terorisme, pilihan thd sosok BG mempunyai justifikasi yg cukup solid. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa salah satu kelemahan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan terorisme di negeri ini adalah dlm hal koordinasi antar lembaga yg memiliki tupoksi dan kegiatan terkait masalah tsb. (
http://m.rmol.co/read/2016/09/03/259330/Menteri-Ryamizard:-Radikalisme-Dan-Terorisme-Ancaman-Terbesar-Saat-Ini-).

Kendati jika ditinjau dari masing2 lembaga mungkin telah berkiprah cujup optimal, tetapi karena koordinasi yg lemah tsb terjadi berbagai celah yg bisa dimanfaatkan oleh para pelaku dan organisasi serta simaptisan kelompok radikal dan terorisme utk tetap eksis dan berkiprah secara berkesinambungan. Polri, B8N, dan BNPT adlah tiga komponen utama dalam kegiatan pencegahan dan pemberantasan terorisme yg jika terkoordinasi dg baik akan lebih efektif menjadi leading sector.

PJ mungkin melihat pentingnya aspek koordinasi tsb sehingga mencoba untuk memadukan ketiga lembaga dalam sebuah orchestra kepeminpinan yg diperkirakan akan mudah menjalin sinergi. Dengan menempatkan BG yg berasal dari Polri maka diperkirakan koordinasi ketiga lembaga utama tsb makin efektif karena adamya chemistry yg baik. Eksperimen ini saya kira layak untuk ditunggu hasilnya dan karenanya perlu diberikan kesempatan untuk bekerja tanpa diganggu oleh hingar bingar polemik dan, apalagi, bahan politisasi.

BIN adalah mata dan telinga Negara dlm melindungi keamanan dan kedaulatannya serta memberikan masukan2 bagi Presiden terkait masalah2 strategis dan kebijakan nasional. Akan sangat riskan apabila lembaga ini dijadikan arena adu kekuatan antar kepentingan kelompok dan/atau individu. PJ sebagai user utama BIN adalah pihak yg memiliki prerogatif utk menempatkan orang yg dipilhnya sebagai pemimpin. Dan saya yakin beliau tidak akan sembarangan ketika memutuskan utk mengganti BY dengan BG.

Bravo BIN. Velox et exactus!

(http://m.news.viva.co.id/news/read/816956-pencalonan-bg-diprediksi-munculkan-polemik)
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS