Monday, May 1, 2017

MARTIN LUTHER KING, JR: ETOS KERJA DAN KEMANUSIAAN

"Semua bentuk kerja yang mengangkat nilai-2 kemanusiaan adlh bermartabat dan bermakna. Karena itu ia harus dijalankan dengan mengerahkan seluruh kemampuan."
(Martin Luther King, Jr, pendeta dan pejuang anti-diskriminasi ras, dan anti-kekerasan asal AS, 1929-1968).

Salah satu inti kemanusiaan adalah kerja. Kerja bukan hanya merupakan suatu keniscayaan agar manusia dapat bertahan hidup, tetapi juga agar ia menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia. Harkat dan martabat kemanusiaan yang dimiliki mahluk ciptaan Tuhan yg satu ini akan kelihatan dan terwujud manakala ia bekerja dalam arti yang luas. Tujuannya adalah "hamemayu hayuning buwono", memberi makna bagi kehidupan di dunia. Kerja, dengan demikian, adalah sebuah dialektika: ia merupakan usaha manusia yang menjadi keharusan namun pada saat yang sama juga memuliakannya.

Masyarakat terbentuk antara lain melalui pembagian kerja di antara anggota-anggotanya. Tak mungkin ada sebuah masyarakat yg anggotanya bekerja persis sama antara satu dg yg lain. Di sinilah sejatinya munculnya hakekat penghargaan terhadap kerja dalam konteks sosial, yakni bahwa kerja yg ditujukan utk meningkatkan kualitas pribadi dan kelompok adalah bernilai. Sayangnya, dalam perkembangan sejarah manusia, pembagian kerja ini kemudian menjadi salah satu sumber munculnya konflik dan penindasan terhadap manusia oleh sesama manusia. Yakni ketika manusia meermehkan sumbangan kerja satu kelompok dan mengunggulkan secara berlebihan kerja pihak lain. Bahkan kemudian karena kepentingan kekuasaan, maka penindasan berdasarkan pembagian kerja manusia pun dilakukan.

Sejarah manusia dan kemanusiaan menyaksikan betapa besarnya penderitaan dan kesengsaraan yg dihasilkan oleh penindasan berdasarkan ideologi-ideologi yg mengeksploitasi kerja dan pembagian kerja tsb. Liberalisme, sosialisme, komunisme, fasisme, dll dalam sejarah modern telah menyumbang berbagai petaka bagi kemanusiaan melalui gagasan dan praktik yang terkait dengan masalah pembagian kerja manusia itu. Karenanya kritik terhadap semua pemikiran dan praktik yg eksploitatif thd sistem pembagian kerja manusia harus diapresiasi sebagai sumbangan utk lebih memanusiakan manusia.

SELAMAT MEMPERINGATI HARI BURUH SEDUNIA 1 MEI.
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS