Tuesday, September 12, 2017

ANTARA KRIMINALITAS DAN KONDISI MASYARAKAT.

"Setiap masyarakat sebenarnya mendapatkan jenis kriminal yang memang layak baginya. Demikian pula suatu komunitas akan mendapat jenis penegakan hukum yang ia inginkan." 
(Robert Kennedy, 1925-1968, Senator dari New York, dan Jaksa Agung AS)

Pada hakekatnya, kriminalitas, penegak hukum, dan masyarakat di mana ia berada memiliki kaitan yang erat. Suatu masyarakat atau negara cenderung memiliki jenis-jenis kriminialitas yang berbeda intensitasnya karena dinamika yang dimilikinya serta kapasitasnya dalam menangani kriminalitas tersebut. Dalam hal ini, penegak hukum yang dimiliki oleh masyarakat dan/atau negara itu juga merupakan refleksi dari kondisi masyarakat yang ada.

Mengapa negara-negara seperti Jepang dan kawasan Skandinavia memiliki tingkat kriminalitas yang cenderung rendah dibanding dengan AS atau negara Eropa lain, apalagi dibanding dengan Indonesia? Korupsi yang berjamaah seperti dilakukan oleh para politisi, pengusaha, pejabat pemerintah, atau gabungan antara ketiganya, nyarus jarag terjadi di kedua negara yg disebut pertama tadi. Di negeri kita, yang konon memiliki ideologi Pancasila dan berbagai UU anti kriminalitas, termasuk UU KPK, nyaris tiada hari tanpa ada pemberitaan terkait kriminialitas yang sadis dan merugikan negara serta rakyat secara besar-2an.

Saya kira kondisi dinamika masyarakat di negara-2 tsb sangat mempengaruhi. Bukan saja karena masalah ekonomi, kemakmuran, kesejahteraan, pendidikan, dll yang berbeda. Tetapi juga budaya masyarakat mengenai kriminalitas dan penegakan hukum yang berbeda. Tinggi rendahnya pemahaman dan komitmen terhadap hukum suatu masyarakat tak hanya bisa dilihat dari banyaknya aturan main dan banyaknya aparat hukum. Yang lebih penting adalah sejauhmana nilai-nilai budaya mengenai ketaatan hukum dimiliki dalam komunitas dan masyarakat.

Bisa saja masyarakat Indonesia secara formal memiliki aparat hukum dan sarjana huku serta aturan2 hukum yang sangat besar jumlahnya, tetapi jika tanpa pendalaman budaya, maka malah menjadi pendorong bagi meningkatnya kriminalitas yg kian canggih. Kalau bangsa Indonesia hari ini menyaksikan makin maraknya korupsi oleh politisi, pejabat negara, dan pengusaha, dan lemahnya pengakan hukum, maka salah stu sebabnya adalah karena masih ringkihnya budaya hukum tsb.


Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS