Sunday, February 18, 2018

PIWULANG JAWA UNTUK SAHABAT DUNIA MAYA


"Si pengung nora nglegawa,
Sangsayarda deniro cacariwis,
Ngandhar-andhar angendhukur,
Kandhane nora kaprah,
saya elok alangka longkanganipun,
Si wasis waskitha ngalah,
Ngalingi marang si pingging."

"Si pandir tak pernah sadar
Bualannya semakin membesar
Ngelantur bicara bekoar-koar
(Tapi) bicaranya tidak satupun nalar
Makin aneh tak ada batas dan pagar
Beda dengan
Si Bijaksana, cermat dan mau dengar,                                                                     (Bahkan) mau menutupi aib si pandir."
(SERAT WEDHATAMA, Pangkur: 4)

Piwulang dari zaman "old" di atas rasanya masih sangat relevan bagi kita di zaman "now." Khususnya bagi para sahabat dumay (cyberworld) pengguna medsos yang punya kesempatan nyaris tanpa batas utk menyampaikan gagasan, pemikiran, pendapat, kritik, bahkan sumpah serapah di ruang publik.

Yang selalu harus dicermati adlh kualitas substansi setiap ujaran, karena dari sana akan ketahuan kualitas si pengujar. Bisa saja ujaran-2 itu panjang lebar, ndakik-ndakik, bahkan kalau perlu sarat dg dalil ayat-ayat. Tetapi jika tak substantif maka ujaran-2 itu hanyalah pameran kedunguan yang tak perlu dimasukkan dalam hati. Bahkan tak usah digubris.

Sebaliknya jika ujaran itu substantif dan memberikan pencerahan, maka selain bisa dijadikan sumber pengetahuan dan teladan, juga mampu mengurangi kedunguan. Baik kedunguan yang ada pada si pembaca, maupun yang disebarluaskan oleh kaum pandir sebelumnya.

Selamat bermedsos dan makin bijaksana. RAHAYU!
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS