Sunday, September 2, 2018

RAKYAT MENGGUGAT: SEBUAH LAGU DARI TUNISIA


Simak lagu yang dinyanyikan oleh penciptanya sendiri, salah satu musisi Tunisia yang paling populer saat ini, Lutfi Busynaq (Lotfi Bousynak), berjudul "Ana Mowaten" (Aku seorang warganegara). Kendati lagu ini genre "folklore" ini digubah dan dinyanyikan sudah cukup lama (sekitar 2013), tetapi makna yang terkandung di dalamnya bernilai universal dan menembus ruang & waktu. Karena itu, hemat saya, layak untuk kita simak dan renungkan.

Lagu ini bicara tentang harapan dan sekaligus gugatan dari rakyat terhadap para elit, politisi, dan penguasa agar mereka mementingkan negara dan bangsa. Rakyat menggugat mereka agar tidak merusak negara dan bangsa sebagai akibat perebutan dan konflik-konflik kepentingan mereka. Rakyat menginginkan negara dan bangsanya tetap eksis dan utuh, karena negara itulah hasil revolusi yang didukung rakyat dan yang dicintainya. Soal kekuasaan, kenikmatan kekayaan, dan kedudukan tinggi, di dalam pandangan rakyat, menjadi kurang penting ketimbang eksistensi dan keberlangsungan negara dan bangsa.

Rasanya, lagu ini pas untuk rakyat Indonesia juga.

Simak terjemahan lagu ini:
================================
"AKU SEORANG WARGANEGARA"

Oleh Luthfi Busynaq

Aku seorang warganegara yang kebingungan
Menunggu sebuah jawaban dari Anda (penguasa)
Rumahku adalah jalanan
Dan setiap sudut dan pintu yang terbuka
Cukup bagiku dengan kesabaran dan diam
Harta pusakaku adalah tanah segenggam

Aku tak gentar dengan kemiskinan
Aku hanya khawatir dengan gelapnya awan
Karena lemahnya kesadaran kalian
Dan kemungkinan hilangnya kesadaran kalian

Tuan-tuan, kalian adalah pihak yang memerintah
Keputusan kalian adalah hukum yang bertuah
Sementara revolusi kami adalah hadiah
Untuk Tuan-tuan, terserah

Aku tak memikirnya, bahkan tak kupedulikan
Bahkan hidup pun tak kuacuhkan
Tetapi, BERIKANLAH NEGARA ini untukku
Setiap saat kalian berada di atasku
Alangkah bangga orang sepertiku
Yang tak peduli tentang ini dan itu:
Anda, Kemewahan, dan pemilik kekuasaan!

Aku juga tak akan seperti kalian
Tuhan dan Waktu jadi saksi
Impianku hanya satu kalimat:
"Punya sebuah negeri."
Tak ada perang atau kerusakan
Tak ada kesialan dan kesusahan

Ambil saja semua posisi dan keuntungan
Tapi berikan negeri ini untuk kami
Oh negeriku, engkau adalah cinta kami,
kebanggaan dan mahkota kami
Engkau kebanggaan warganegara,
kaum revolusioner, bahkan para politisi
Engkau lebih mempesona dan berharga
Ketimbang kursi kekuasaan.


Pamulang 2 Setember, 2018

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS