Monday, June 15, 2020

RUU HIP DAN KAPITULASI PDIP


Partai pengusul RUU HIP, yakni PDIP, kabarnya nyerah: Pasal 7 dihapus. Padahal itu adalah pasal "peras memeras" sila Pancasila, mulai dari Trisila (Ketuhanan, Nasionalisme, dan Gotong royong), lalu Ekasila (Gotong royong).

Jelas "kapitulasi" tsb adalah sebuah setback atau kemunduran yang sangat signifikan dalam perjuangan merebut monopoli tafsir Pancasila oleh PDIP, yang disebabkan oleh adanya penolakan dari organisasi masyarakat sipil, terutama kalangan Islam, dan juga dari kalangan militer dan Polri. Sebab gagasan bahwa sila-sila Pancasila dapat "diperas" itu adalah salah satu legacy pemikiran Bung Karno terkait dengan apa yang beliau sebut sebagai esensi ideologi dan falsafah negara tsb!

Bukan hanya itu saja setback yang dialami partai yang sedang berkuasa itu. PDIP juga didesak untuk menerima dimasukkannya TAP MPRS No. XXV/1966, yang menjadi landasan pembubaran PKI dan melarang ajaran komunisme, apabila ia juga masih ingin agar RUU tsb dibahas.!

Lalu apa yg bakal didapat PDIP dari golnya RUU tsb?

Mungkin, skenario terbaik yang bisa terjadi adalah, PDIP harus puas dengan hasil minimalis: Sebuah UU HIP yang akan jadi payung hukum bagi keberadaan dan kelangsungan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang notabene merupakan lembaga yang digagas oleh sang boss besar, Megawati. IMHO.

Sinak tautan ini:

1. [Setelah MUI Keluarkan Maklumat, PDIP Hapus Ekasila di RUU HIP] https://www.babe.news/article/i6838122698002924034?app_id=1124&gid=
3. https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200614121918-32-513147/dikritik-mui-pdip-sepakat-hapus-ekasila-dari-ruu-hip
4. https://m.merdeka.com/politik/pdip-setuju-pasal-7-ruu-hip-dihapus.html
5. https://www.katakini.com/artikel/34282/pdip-setuju-penegasan-larangan-marxisme-komunisme-di-ruu-hip/
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS