Friday, May 11, 2012

KRITIK TAJAM TERHADAP PENCAPRESAN ICAL BUKAN INDIKASI JAWASENTRISME

Peringatan petinggi Golkar, Nurul Arifin (NA), agar tidak ada Jawasentrisme dlm pencapresan, tentu sangat baik. Tetapi dlm konteks Indonesia saat ini, masalahnya tdk sesederhana itu. Saya kira Ical bukan tdk populer karena soal latar etniknya, tetapi lebih karena track recordnya sebagai figur nasional yg belum mampu menembus popularitas saingannya seperti Akbar Tanjung, Prabowo, Megawati, Sri Mulyani, dan bahkan Ibu Ani SBY. Malah dg kasus Lapindo dan berbagai kemelut yg pernah menimpa keuangan perusahaannya, bisa jadi popularitas Ical sbg Capres cenderung di papan bawah. Itulah sebabnya, NA terlalu naif jika kritik thd bossnya dikaitkan dg Jawasetrisme. Mungkin itu adlh strategi kampanye Golkar saja, memakai tudingan primordialisme sbg tameng.

Selanjutnya baca tautan di bawah ini:


http://m.okezone.com/read/2012/05/10/339/627303
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS