Thursday, May 24, 2012

PELANGGARAH HAM DI INDONESIA SUDAH MENJADI SOROTAN MASYARAKAT INTERNASIONAL

Indonesia kini benar-benar sudah menjadi target kritik oleh komunitas Internasional karena semakin meningkatnya ekstremisme, brutalitas, dan pelanggaran HAM yang dilakukan sebagian dari anggota masyarakat sipil. Anehnya, peringatan tentang meroketnya aksi kekerasan dan penyebaran ideologi radikal yg menjadi landasannya sebetulnya sudah diberikan berkali-kali oleh pihak-2 di dalam negeri. Bahkan (Alm) Gus Dur pun sampai menulis buku "Ilusi Negara Islam" (yg malah ditarik dari toko buku besar) yang isisnya merupakan hasil penelitian mengenai ideologi radikal dan praktiknya di Indonesia.

Ironisnya, Pemerintah sendiri (melalui aparat keamanan dan pejabatnya) sudah berjanji akan "bubarkan ormas anarkis" atau janji-2 serupa. Kini, setelah dikeroyok di forum internasional pun, Menlu Marty mengulangi "penjelasan" dan janji serupa yang, saya kira, sudah diktahui duluan apa isinya oleh para pesertanya, yaitu litani janji dan alasan-2 (excuses). Fakta di lapangan adalah bhw penyebaran ideologi radikal justru makin marak, dan ekstremisme serta kekerasan atas nama agama hampir menjadi semacam "banalitas" (hal yang biasa-biasa dan diterima sebagai normalitas) di negeri ini.

Yang diperlukan, menurut hemat saya, bukanlah cuma daftar alasan dan janji-janji yang tidak akan ditepati. Tetapi yang diperlukan adalah pelaksanaan janji tersebut di dalam kenyataan. Atau tekanan internasional akan makin besar dan klaim Indonesia sebagai "champion of democracy" serta "champion of  tolerance and civility" hanya tinggal kata-kata kosong belaka!
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS