Sunday, March 3, 2013

HARAPAN PAK SBY AGAR ANAS BEBAS MALAH DINILAI TAK ETIS OLEH ICW

Memang tidak mudah seorang Presiden bicara di publik. Pidato Pak SBY yang menyinggung soal kasus mantan Ketum PD, Anas Urbaningrum (AU), mungkin dimaksudkan beliau sebagai sebuah kesantunan. Tapi oleh ICW, ditanggapi lain, dan dikritik sebagai tak etis. Saya kira hal ini karena seorang Presiden, dalam konteks kekuasaan, statemennya bisa diinterpretasikan macam-2. Kendati beliau mengatakan "berharap", tetapi dalam konteks kekuasaan bisa saja ditafsirkan sebagai "instruksi". Atau yang lain. Ini tak hanya berlaku bagi Pak SBY saja. Bandingkan Pak Harto yg sangat jarang bicara tanpa teks; alm. Presiden Gus Dur yang lebih sering tanpa teks; Presiden Habibie yang suka pidato panjang; dan Presiden Megawati yang sangat ngirit bicara. Semuanya memiliki konsekuensi sendiri-2, termasuk penafsiran-2 yg, bisa saja, sangat berlebihan.
Selanjutnya baca tautan ini:
http://news.detik.com/read/2013/03/03/131735/2184318/10/berharap-anas-bebas-dari-dakwaan-sby-dinilai-tak-etis
 
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS