Monday, October 21, 2013

AS HIKAM: LINDUNGI ATUT, ICAL AKAN MENDAPT DUA SERANGAN SEKALIGUS

Ical Lindungi Atut, Golkar Terkena Dua Serangan Sekaligus

Senin, 21 Oktober 2013 08:29 wib
Taufik Budi - Okezone
Ratu Atut Chosiyah (Foto: Dok Okezone) Ratu Atut Chosiyah (Foto: Dok Okezone)
 
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical), yang terkesan melindungi Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, dinilai berdampak buruk pada pencapresannya. Selain itu, sebagai pendukung politik dinasti juga akan menimbulkan kesan Ical membela koruptor.

“Mestinya Ical tidak bilang seperti itu. Itu memang untuk membela kadernya, tapi justru menjadi serangan balik kepada dirinya sendiri,” kata pengamat politik, AS Hikam, kepada Okezone, Senin (21/10/2013).

Menurutnya, Ical cukup menyampaikan Partai Golkar menyerahkan kasus tersebut kepada penegak hukum dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, partai berlambang pohon beringin itu akan melakukan pembersihan internal agar tidak ada indikasi kader tersangkut korupsi.

“Dengan membela Atut, tidak hanya menyerang pada pencapresannya, tapi juga menghancurkan Atut sendiri. Atut semakin tidak populer di rakyat Banten dan kesan korup akan semakin terlihat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, banyaknya unjuk rasa meminta Atut dari kursi Gubernur Banten, dinilai sebagai bentuk ketidakpercayaan publik kepada istri anggota DPR RI, Hikmat Tomet, tersebut. Selain itu, dinasti politik yang dibangun Atut juga diketahui setiap rakyat Banten.

“Ical mestinya bisa melihat banyak demo yang minta Atut mundur, itu bukti Atut tidak dipercaya rakyat. Kroni-kroninya untuk mempertahankan dinasti itu juga tidak memiliki kapabilitas. Lihat saja pembangunan tidak berjalan, kemiskinan di mana-mana,” urainya.

Sebelumnya diberitakan, Ical angkat bicara mengenai desakan mundur Atut karena diduga tersangkut dugaan suap di Pemilihan Bupati Lebak, Banten.

“Itu orang-orang yang tidak suka dengan Ibu Atut yang minta (mundur),” ujar Ical di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu 20 Oktober.

Ia mengklaim, masyarakat Banten banyak yang menyukai kepemimpinan Atut sebagai gubernur. “Banyak yang suka dengan Ibu Atut, yang tidak suka hanya sebagian kecil saja,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai politik dinasti keluarga Atut di Banten, Ical mengatakan, tidak masalah selama itu baik dan tidak melanggar hukum. “Selama itu baik untuk partai dan jalani dengan baik ya tidak masalah. Kalau bukan dinasti tapi melanggar hukum, ya sama saja kan,” pungkasnya.
(tbn)
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS