Tuesday, November 19, 2013

INSIDEN PENYADAPAN AUSTRALIA DAN SOLIDARITAS BANGSA INDONESIA

Beberapa tahun terakhir ini, sejak pasca Reformasi, jarang saya melihat ada isu nasional yang bisa membuat bangsa ini rada bersatu. Tentu harus saya katakan segera bahwa bangsa Indonesia sangat bersatu manakala bencana alam menimpa saudara-saudari sesama anak bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Bangsa ini dengan cepat bersatu dan bahu membahu ketika terjadi Tsunami Aceh, gempa dan letusan gunung berapi di Yogya, banjir dan tanah longsor di Yahukimo dan berberapa daerah lain, atau kekeringan di berbagai daerah Indonesia Timur. Tapi dalam hal-hal ancaman terhadap kedaulatan dan kebangsaan, seperti separatisme, terorisme, kekerasan berkedok agama, kesejahteraan buruh, ekploitasi TKI, pengerukan SDA oleh asing, dan bahkan soal korupsi pun, hampir tidak pernah ada rasa kebersamaan yang bulat. Kalau pun pernah ada semacam "gerakan solidaritas rakyat" seperti pengumpulan sejuta koin untuk Ibu Prita dan solidaritas untuk KPK (Cicak vs Buaya I dan II), itu pun masih ada diwarnai  pro dan kontra. Barulah saya lihat dalam insiden penyadapan Australia thd Presiden RI, Ibu Negara RI dan beberapa Menteri ini, solidaritas yang utuh untuk membela kehormatan dan martabat NKRI tampak sangat solid dan tanpa pro-kontra.  Jelasnya, tidak ada penolakan thd sikap tegas Presiden SBY dan Menlu Marty thd negara jiran tsb. Barangkali saya terlalu naif kalau menyimpulkan bahwa hal ini merupakan pertanda bahwa bangsa ini sudah kembali menyadari pentingnya persatuan dan efektifitasnya dalam menghadapi tantangan dan ancaman dari luar. Tapi saya kira tidaklah terlalu lebay jika saya masih punya harapan thd kemungkinan munculnya soliditas kebangsaan di masa depan. Dan saya juga masih punya harapan bahwa rakyat Indonesia rela mempertaruhkan apapun jika kedaulatan dan kehormatan bangsa dan negara diganggu, baik oleh pihak yg datang dari luar maupun dari dalam. Semoga Pak SBY akan mengambil hikmah dariinsiden penyadapan ini, bukan untuk kepentingan jangka pendek, tetapi untuk kesinambungan upaya membangun Indonesia yang bermartabat dalam pergaulan antar-bangsa. Bravo Pak SBY!

Selanjutnya baca tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2013/11/19/078530706/Kicauan-Lengkap-SBY-di-Twitter-Soal-Penyadapan
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS