Saturday, January 4, 2014

BNPT, DENSUS 88, DAN TERORIS SAMA DG TEMPAT PROSTITUSI?

Inilah contoh yang paling baru bagaimana nalar dikorbankan oleh obsesi kebencian dan/atau ideologi. Pengamat, yang juga koordinator Indonesian Crime Analys Forum, Mustofa B Nahrawardaya (MBN), mengibaratkan BNPT, DENSUS dan Teroris sebagai "tempat prostitusi." Alasannya "(k)alau teroris enggak ada kinerja BNPT dan Densus apa, kan enggak ada. Ini kan sudah banyak lembaga dibentuk, banyak karyawan, kalau enggak ada terorisnya BNPT dikemanain? Ini sudah terlanjur.." Bagaimana mungkin publik bisa menerima argumen yang dilandasi nalar "terkilir" seperti ini. Bukankah adanya lembaga-2 anti-teroris tsb sebagi respons terhadap terorisme dan aksi-2 teror yg terjadi di negeri ini? Penyamaan dg lokalisasi prostitusi, bukan saja tidak pas (karena dalam lokalisasi jelas ada kepentingan yg sama dari para stakeholdernya), tetapi juga melecehkan lembaga resmi yang dibentuk oleh UU negara dan Peraturan Pemerintah. Bagaimana ia akan melakukan audit yg obyektif dan imparsial thd lembaga-2 tsb jika sudah ada a-priori kebencian thd mereka? Saya tidak tahu apa ideologi MBN dan/atau apa agenda politiknya. Tetapi beberapa kali saya ikuti omongan dan opininya di media, kesan saya dia memang anti thd pemberantasan terorisme dan malah cenderung menjadi pembela kekerasan atas nama agama. Tentu saja, itu hak dia sebagai warganegara. Namun kalau dia mengklaim sebagai pakar dan analis sebuah lembaga yang terkait dg kebijakan publik, setidaknya MBN harus mematuhi kaidah-kaidah penalaran yang sehat. Jika tidak maka analisa yg dibuat dan kesimpulan yang dikemukakannya menjadi tak ada bedanya dengan provokasi dan propaganda kelompok yang mendukung kekerasan dan bahkan aksi teror! Demikian pula lembaga yang diwakilinya...

Selanjutnya baca tautan ini:

http://news.okezone.com/read/2014/01/04/337/921594/bnpt-densus-dan-teroris-seperti-tempat-prostitusi
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS