Sunday, April 13, 2014

POLITIK ALA MACHIAVELLI DAN PENCAWAPRESAN MUHAIMIN

Belum cukup satu pekan hasil hitung cepat diumumkan, tapi segala macam manuver politik(yg sering susah dibedakan dengan tipu muslihat) utk merebut posisi cawapres telah bermunculan. Salah satu yg menarik untuk diikuti adalah polah tingak PKB-Imin. Karena perolehan suaranta disebut naik 100% dan mendapat sanjungan kiri kanan, depan belakang, atas dan bawah, maka sebagian elitnya pun lantas tidak tahan dan menjadi ember bocor tentang strategi politik partainya. Statemen Marwan Jakfar (MJ), tangan kanan Imin, bilang bahwa Imin akan diplot menjadi cawapres Jokowi. Alasannya: 1) Permintaan dari daerah-daerah (http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/04/13/142959/2553638/1562/ini-alasan-pkb-tiba-tiba-usung-muhaimin-jadi-cawapres-usai-pileg?9911012); dan 2) Nama-nama yang selama ini beredar seperti Jusuf Kalla (JK), Rhoma Irama (RI), dan Mahfud (MMD) adalah Capres, bukan cawapres, PKB-Imin. Jadi, kilah MJ, karena suara parpolnya 9,2%, hal itu tak realistis utk mengusung capres, hanya cawapres. Dan nama Imin belum pernah muncul sebagai capres, bukan? Simsalabim! Ibarat sulapan, ular yang ditutup topi, ketika dibuka berubah menjadi tongkat! Inilah sebuah manuver yang mungkin dianggap cerdas oleh elit PKB-Imin dan para pengikutnya, tetapi sebenarnya konyol secara politik. Baik PDIP maupun Gerindra tidak akan mampu meraih suara utk pemenangan capres mereka jika mengusung Imin sebagai pasangannya. Jokowi-Imin (JI), sama noraknya dengan pasangan Prabowo-Imin (PI). Mengapa?: 1) Sosok Imin tidak akan mampu menjadi magnet, tetapi balik merugikan mereka karena kualitas dan track recordnya yang tidak cukup bagus dalam menjalankan kebijakan; 2) Para pendukung RI dan MMD serta JK akan langsung hengkang ketika mereka merasa dikibuli oleh PKB-Imin dg pencawapresannya; 3) Parpol-parpol yang semula ingin ikut koalisi yg serius sampai 5 th yad akan melakukan pembelotan dan memilih pasangan capres-cawapres yg lebih besar probabilitas kemenangannya. Dan dari segi etika politik, munculnya Imin sebagai cawapres parpolnya, akan menjadi bukti betapa rendahnya komitmen etik parpol ini terhadap janji-janjinya. Politik, bagi PKB-Imin, merupakan "tujuan mengalalkan cara" ala Machiavelli. Orang akan bertanya, itukah politik berdasarkan "akhlaqul karimah" yg digembar-gembirkan NU dan PKB selama ini?

Simak tautan ini:

http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/04/13/132941/2553608/1562/pkb-mahfud-dan-rhoma-sejak-awal-diplot-jadi-capres-bukan-cawapres?991104topnews
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS