Saturday, May 17, 2014

PKB-IMIN VS RHOMA: SIAPA SEBETULNYA SAHABAT ITU?

Drama "Pecah Kongsi Antara PKB-Imin dan Raja Dangdut" yg disaksikan di pentas politik dan disaksikan seluruh rakyat Indonesia, sudah memasuki babak penutup. Seperti dalam pentas drama, maka semua keburukan pun muncul di permukaan, dan kebaikan pun menjadi transparan. Para penonton dipersilakan memaknai, mengambil pelajaran, atau cuek dan mengangapnya hanya sekadar hiburan semata.

Konflik RhI vs Imin dkk pasca-Pileg ini sudah makin mengerucut dengan saling membongkar aib. Publik kini dengan terang benderang melihat, bahwa segala macam omongan soal ukhuwah Islamiyah, perjuangan membela yg benar, ikhlas utk berkorban, dan segala hyperstatement dari kedua pihak, hanyalah "mbelgedhes". Pada akhirnya, keduanya hanya saling memanfaatkan demi kekuasaan. Kedua pihak, pada hakekatnya sedang membuktikan ucapan Edmund Burke, filsuf politik dari Inggris, bahwa demokrasi tanpa ahlak dan hikmah adalah 'kedunguan, kesalahan, dan kegilaan tanpa ongkos dan kekangan.' Baik PKB-Imin maupun RhI menggunakan demokrasi sebagai alasan perebutan kekuasaan yg tanpa hati, tanpa etika, dan tentu saja membuta-tuli. Akhirnya, di babak pamungkas drama itu, semuanya terkuak.

Simak omongan Marwan Ja'far (MJ), tangan kanan PKB-Imin, ttg RhI. Dengan sangat gagah dia menyerang dan menelanjangi kelemahan sang Raja Dangdut. Mulai dari pernyataan agar RhI "tahu diri" sampai menunjuk kegagalan anak-anak sang pedangdut dlm Pileg sebagai bukti bhw apa yg disebut efek Rhoma ternyata tidak ada atau minim sekali. MJ pun menyatakan yg paling berpengaruh adalah kemampuan dan kapasitas sang boss, Imin, dalam pemenangan partainya.

RhI dkk pun tak mau tinggal diam. Dan kekecewaan mereka pun dimuntahkan dengan dengan berbagai atraksi, mulai dari pencabutan dukungan thd PKB-Imin, sampai penyobekan logo PKB oleh para pendukung sang Raja (http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/05/16/rhoma-cabut-dukungan-pendukung-sobek-logo-pkb). Dan tentu saja, langkah berikutnya adalah kampanye agar semua pendukung RhI di seluruh Indonesia tak lagi mendukung PKB-Imin dan koalisinya dalam Pilpres!

Sejak zaman dahulu kala, orang bijak selalu berkata "sahabat yang sejati bukan yang hadir saat engkau sedang berbahagia, tetapi ketika engkau sedang mendapat uji coba." Sekarang RhI mungkin harus memutar lagunya sendiri, "Sahabat" (https://www.youtube.com/watch?v=CPVbnZnm5b8). Liriknya antara lain "Mencari teman memang mudah/Pabila untuk teman suka/Mencari teman tidak mudah/Pabila untuk teman duka.."
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS