Wednesday, June 11, 2014

DIBALIK AKSI KAUM ISLAM GARIS KERAS JELANG PILPRES 2014

Aksi-2 provokasi kelompok Islam garis keras (Igaras) baik melalui statemen di ruang publik maupun tindak kekerasan (tiras) menunjukkan peningkatan berbarengan dg masa kampanye Pilpres 2014. Pertanyaan yg segera muncul adlh: Apkh ini bagian dr kampanye mobilisasi dukungan kpd slh satu kontestan? Atau ini sebuah kejadian yg berdiri sendiri sebagai kelanjutan dr aktivitas Igaras sebelumnya yg sempat agak menurun? Atau gabungan keduanya?

Dalam status sebelumnya saya menulis ttg mslh ini dan mengingatkan bhw tiras thd ummat Katolik dak Kristen di Sleman bisa menjadi sebuah model yg akan direplikasi di tempat lain. Kendati kedua tiras tsb berbeda motif luarnya tetapi tujuannya sama: menciptakan keresahan, ketakutan, dan konflik sosial yg berdampak serius bg keamanan nasional. Keterkaitan dg Pilpres memang ada tetapi hal tsb bukan merupakan tujuan utama. Politik menjadi alat kamuflase sehingga masyarakat dan aparat bs dikelabui agar merespons secara politik. Bukan secara strategis.

Target utama Igaras masih sama: menciptakan kekacauan dan gangguan bg stabikitas sosial melaui kampanya adu domba dan jika ada kesempatan, dengan melancarkan tiras sebanyak2nya. Taeget tiras bukan hanya ummat non Muslim tetapi juga aparat. Provokasi spt yg dilakukan Jafar Umar Thalib (JUT) dan tokoh Igaras lain spt Ketua MUI, Kholil Ridwan, dg retorika anti pluralisme, anti- demokrasi, anti parpol yg dituding menghlangi penerapan Perda Syari'ah, dll adalah bagian integral dr strategi menciptakan kekacauan tsb.

Saya tdk yakin bhw kaum Igaras mendukung scr serius salah satu psnn capres. Mrk hanya mencari celah utk bs masuk dan mengadu domba dg isu Islam, Syariah, HAM, dll. Kaum Igaras tidak akan mendujung scr serius selama kedua pasangan masih setia kpd NKRI dan Konstitusi serta punya komitmen thd demokrasi!

Itulah sebabnya jika aparat negara dan masyarakat sipil terkecoh dg penampakan luar kiprah kaum Igaras tsb maka akan sangat merugikan dan bahaya bagi kamnas dan NKRI dlm jangka pendek, menengah, dan panjang. Sebab model adu domba ini sangatlah lentur dan bs memakai banyak wahana. Pilpres dan persaingan politik antara pendukung capres hanya salah satunya.

Tak ada cara lain kecuali menghentikan tiras dan kiprah kaum Igaras secara tuntas di seluruh pelosok negeri ini!


Simak tautan ini:

http://mbox.thejakartapost.com/news/2014/06/09/preacher-declares-war-pluralism.html
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS