Sunday, June 29, 2014

KEMISKINAN, DENDAM MASA LALU, DAN IDEOLOGI KEBENCIAN

Kemiskinan dan dendam masa lalu, menurut Prabowo Subianto (PS) menjadi faktor-2 penyebab utama dari kebencian yg, pada gilirannya, merusak kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Saya menyepakati pandangan ini, tetapi juga menambahkan bahwa kebencian bisa menjadi landasan ideologi yang independen dari kemiskinan dan dendam masa lalu. Faktanya, kaum miskin tidak semuanya terlibat dalam kebencian dan kerusakan dan bahkan mereka merupakan sebuah produk dari sistem yang menindas. Demikian juga orang-orang yang berada dalam kelompok yang tidak miskin, bisa menjadi penyulut kebencian dan bahkan menyeponsori aksi-aksi kekerasan karena kebencian sudah menjadi ideologinya.

Demikian pula dendam masa lalu, memang bisa dan sangat berpotensi menjadi penyulut kebencian. Itu sebabnya diperlukan rekonsiliasi untuk memutus dendam masa lau, khususnya yang telah menjadi dendam kolektif dan diturunkan dari satu generasi ke generasi lain. Namun demikian, sama dengan kemiskinan, dendam juga merupakan sebuah produk dari sistem yang mendukung dan merayakan penindasan atas nama sebuah paham atau ideologi kebencian. Kebencian thd perbedaan ras, etnis, agama, dan perbedaan paham.

PS benar bahwa kemiskinan dan dendam masa lalu harus diwaspadai, dan ditekan sampai sekecil-2nya, jika tidak mungkin dihapus secara total. Bangsa dan Republik Indonesia harus dilepaskan dari jeratan kedua persoalan mendasar tsb. Namun pada saat yang sama, PS atau siapapun yang menjadi pemegang amanah sebagai pemimpin harus mewaspadai dan menekan sampai sekecil-2nya paham-paham dan ideologi-2 yang memuat kebencian sebagai ajarannya. Dan saya kira bahaya dari ideologi ini tak kalah besarnya, jika tidak lebih besar, dibanding dengan kemiskinan dan dendam masa lalu. Sebab kebencian yang sudah mendarah daging dalam diri seseorang dan/atau sebuah kolektifitas, bisa melampaui status sosial dan ekonomi, generasi, dan bahkan mereka yang dianggap sebagai pemimpin itu sendiri!

Dan di negeri ini, diakui atau tidak, disukai atau tidak, kini sedang menyanksikan makin tumbuh dan berkembangnya ideologi kebencian tsb yg dimunculkan dari pemahaman-pemahaman yg keliru dari berbagai sumber, termasuk penafsiran ajaran agama. Dengan segala macam dalih dan retorika, ajaran-2 yang suci dan ditujukan bagi kebaikan semua didistorsi dan dimanipulasi habis-2an menjadi sumber legitimasi kekerasan dan penindasan, yang hasil akhirnya ada kerusakan dan kehancuran bagi kemanusiaan.

Semoga!



Simak tautan ini:



http://nasional.kompas.com/read/2014/06/28/2310013/Prabowo.Kemiskinan.dan.Dendam.Masa.Lalu.Timbulkan.Kebencian

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS