Monday, June 30, 2014

DEBAT CAWAPRES: ANTARA DAFTAR CITA-CITA DAN AKSI

Debat ronde ke 4 yang menampilkan kedua cawapres dari pasangan Jokowi dan Prabowo (PS) menurut hemat saya terasa mundur dibanding dengan tiga ronde sebelumnya. Apakah ini akibat enerji dan stamina para cawapres (JK dan Hatta) yg terkuras oleh kegiatan kampanye-kampanye yang luar biasa berat, ataukah perhatian dari kedua cawapres tidak terlalu fokus kepada topik debat, "Pembangunan SDM dan Iptek", atau persiapan yang kurang. Bahkan bisa juga karena pengaruh moderator yang tampil kurang persiapan dan terlihat demam panggung itu. Walhasil, debat tadi malam, terasa kurang menggigit dan memberi publik kejelasan apa yang menjadi program-program utama di kedua bidang yg sangat penting bagi kehidupan bangsa pada 5 th yang akan datang.
JK tampil lebih santai dan "apa adanya" sebagai tokoh yang sudah berpengalaman dalam pemerintahan dan bahkan tahu persisi siapa yang menjadi pesaingnya, karena Hatta Rajasa (HR) pernah bersama beliau di dalam Kabinet SBY sebelumnya. HR justru terlihat kaku dan formal dan mencoba menunjukkan tampilan yg 'akademis' dengan lingo yang sarat dengan istilah asing serta uraian yg sistematik. Sayangnya justru gaya seperti ini membuat tampilan HR melelahkan utk dilihat, apalagi utk publik yg awam dengan berbagai istilah. Gaya JK pun bukan tanpa kelemahan, karena kesantaian tsb juga kadang membuat mantan wapres itu tidak menyelesaikan kalimat-2nya sehingga terkesan buru-buru dan terputus alur pikir (line of thought)nya.
HR dan JK pada hakekatnya sepakat mengenai penting pengembangan SDM dan Iptek untuk pengembangan dan kemajuan serta keunggulan RI dlm persaingan dunia. HR menekankan pentingnya inovasi, sementara JK lebih kepada efisiensi dan transfer teknologi. Keduanya mengemukakan pentingnya perubahan dalam sistem pendidikan nasional, kendati HR, menurut saya, lebih 'berani' dalam masalah peningkatan anggaran utk guru, Perguruan Tinggi, dan riset. JK mengajukan formula efisiensi dan perlindungan hak intelektual serta transfer teknologi bagi kepentingan nasional. Jika HR bicara soal kenaikan anggaran, JK bicara soal bagaimana membuat kegiatan riset dan pendidikan makin terpadu. Saya sepakat dengan usul JK bahwa suatu saat antara kemnterian pendidikan dan kementerian riset dijadikan satu agar lebih efektif, fokus, dan efisien.
Dalam elaborasi program-2 kerja, kedua cawapres tidak jauh beranjak dari daftar cita-2, sehingga masih sulit untuk mengetahui sebetulnya prioritas pembangunan Iptek kita ke depan itu di bagian mana dan ke arah mana sesuai dengan tantangan kemajuan zaman dan globalisasi. HR lebih banyak bicara mengenai " idealnya bagaimana" tetapi ngirit dalam soal operasionalnya, misalnya soal strategi 'triple helix' (pemeritah, industri, lembaga riset dan PT) yang saya kira sudah didengungkan nyaris dua dekade terakhir. Demikian juga dalam peningkatan produktivitas SDM, JK pun tak terlalu jauh bedanya saat membeberkan bagaimana masalah pendidikan budi pekerti akan menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan nasional dan upaya peningkatan kualitas guru antar-daerah.
JK cukup tajam ketika melontarkan kritik lewat pertanyaan kepada HR tentang soal mafia yang menjadi salah satu penyebab kebocoran, termasuk dalam pengelolaan migas. Demikian juga dalam hal massifnya impor dalam industri, khususnya produk-2 yang terkait dengan penguasaan iptek bidang pangan semisal bibit. Respons HR tidak terlalu meyakinkan dalam kedua pertanyaan tsb, karena hanya menyerahkan masalah kepada KPK dalm hal mafia, sementara dalam hal impor bibit hanya menyebut alasan kebutuhan insidentil belaka.
Debat antara cawapres semalam, mungkin kualitasnya hanya pelengkap atau penggembira saja dibanding dengan debat-debat sebelumnya. Ini sangat mengecewakan karena kedua cawapres tersebut bukan saja memiliki pengetahuan tetapi juga pengalaman di pemerintahan dan bisnis yang lama, serta diharapkan akan memberikan kontribusi yang besar kepada Presiden dalm pembuatan kebijakan nasional strategis. Kalau saya harus memberi skor, debat semalam skornya adalah sama, dalam pengertian sama-sama mengecewakan.

Simak video ini:

(http://www.youtube.com/watch?v=BUyragnUVyY)
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS