Sunday, July 20, 2014

ANCAMAN ISIS DAN KEWASPADAAN BAGI NKRI

Sungguh sangat mengerikan akibat yang ditimbulkan oleh para pemberontak ISIS (Islamic State of Iraq and Sham) yg menguasai beberapa kota di Irak. Di Mosul, mereka melakukan ultimatum kepada ummat Kristiani agar mereka pindah agama atu pergi dari kota tersebut, atau membayar Jizyah, semacam pajak khusus kepada non-Muslim. Ideologi ISIS dan programnya yang menafsirkan ajaran Islam secara tekstual, menghasilkan sebuah gerakan dan kelompok militan radikal yang akan menghancurkan sebuah bangsa dan negara seperti Irak.

Seharusnya Pemerintah Indonesia segera menyikapi tumbuh dan berkembangnya pengaruh gerakan Islam radikal seperti ISIS, sebagaimana yang diberitakan oleh berbagai media. Kota-kota seperti Solo, Surabaya, dan Jakarta kini menyaksikan maraknya bendera dan bahkan upaya rekrutmen thd ummat Islam untuk menjadi relawan ISIS. Perkembangan seperti ini semestinya dicegah secara dini dan sistematis. Dimulai dengan melarang penggunaan lambang-2 ISIS di negeri ini dan juga larangan terhadap propaganda serta rekrutmen warganegara Indonesia.

Jika Pemerintah dan aparat keamanan, dengan segala macam dalih, masih melakukan pembiaran thd fenomena seperti ini, akan sangat berbahaya karena virus semacam ini bisa berjangkit dengan cepat dan sudah terlalu terlambat untuk mencegahnya jika telah mengakar dalam masyarakat. Tidak ada yang bisa digunakan sebagai argumen utk membiarkan hal itu terjadi. Sebab hal itu sama saja dengan membiarkan orang mengibarkan bendera NII, GAM, atau Bendera Papua Merdeka. Dan membiarkan terjadi rekrutmen utk menjadi relawan ISIS jiga sama saja dengan membiarkan rekrutmen menjadi bagian dari kelompok-kelompok anti NKRI tsb.

Dunia sedang menyaksikan sebuah kekuatan totaliter yang memakai ajaran agama sebagai kedoknya, dan tampaknya negara-negara seperti Suriah dan Irak mengalami demoralisasi karena lemahnya Pemerintah dan hilangnya komitmen mereka untuk menjaga keamanan nasional. Merka tampaknya gagal menghadapi militansi kelompok Igaras seperti ISIS dan lain-2nya, sehingga berusaha utk mengajak negara-2 asing seperti AS dan EU untuk membantu. Namun hal itu sepertinya sia-sia karena AS dan EU tentu punya kalkulasi geopolitik sendiri sesuai kepentingannya. Tanpa kekuatan penangkal dari diri sendiri, maka kaum militan ISIS dkk akan sulit dihalangi.

Sebuah peringatan serius bagi Indonesia, negara yang majemuk ini. 


Simak tautan ini:

http://www.tempo.co/read/news/2014/07/19/115594222/Diultimatum-ISIS-Umat-Kristen-Tinggalkan-Mosul
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS