Tuesday, July 22, 2014

PEMBERHENTIAN KASAD YANG MENGUNDANG TANYA

Jelang pengumuman KPU tentang pemenang Pilpres 2014, Istana membuat keputusan yang cukup mengejutkan: pencopotan KASAD Jenderal Budiman (Bn) dari jabatannya kendati beliau masih punya waktu 2 bulan dari masa pensiun. Idealnya, KASAD bisa menjalankan masa baktinya sampai pensiun. Jika masa yang tinggal dua bulan ini tidak penuh, tentu mengundang pertanyaan. Apalagi kalau dilihat dari momentum pergantian ini, yakni saat seluruh aparat keamanan sedang fokus untuk mengamankan sebuah proses kenegaraan yang sangat strategis, yakni rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU yg menentukan siapa yg akan terpilih sebagai Presiden 2014-2019.

Pergantian pejabat negara adalah hal yang sudah rutin, sebenarnya. Termasuk jabatan di TNI, Polri, dll. Dengan demikian sejatinya tidak perlu dilebih-lebihkan jika seorang KASAD diganti. Hanya saja karena kesan mendadak itula maka muncul pertanyaan apakah kebijakan ini dipicu oleh sebab-sebab tertentu, termasuk faktor politik, tentu bisa diperdebatkan. Beberapa pengamat dan media pun berspekulasi bahwa Jenderal Budiman diberhentikan dari jabatan beliau karena dugaan tidak netral dalam politik dan bahkan karena ada statemen yang menyinggung Presiden SBY. Ini tentu dikaitkan dengan sowannya KASAD kepada Megawati Soekarnoputri (MS) jelang penentuan pasanga capres-cawapres dari PDIP beberapa waktu lalu. Penilaian bahwa sang Jenderal tidak netral pun muncul karena memang hal itu bisa ditafsirkan demikian.

Hikmah dari keputusan ini adalah pulihnya marwah dan komitmen TNI sebagai alat negara yang tidak terlibat berpolitik praktis, langsung maupun tak langsung. Peristiwa ini menjadi kaca benggala dan referensi bagi kehidupan bernegara bahwa di masa yang akan datang seluruh jajaran TNI dan Polri akan fokus pada tugasnya karena sudah ada contoh dari pemimpinnya bahwa mereka konsisten dalam menegakkan disiplin, aturan main, dan etika yang dijadikan pegangan. Sistem demokrasi akan semakin efektif karena intervensi dari alat negara bisa semakin dihindari. Dan pada akhirnya rakyat serta bangsa Indonesia akan semakin respek dan tulus dukungannya kepada seluruh alat negara karena mereka juga akan lebih profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.


Simak tautan ini:

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/07/22/10441721/ksad.saya.kesatria.dan.bukan.pengkhianat
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS