Monday, September 8, 2014

ARGUMENTASI KAUM SANTRI UNTUK BELA NKRI




Puncak acara Khaul ke 31 ayahanda Almaghfurlah KH. Abdul Fatah Al-Manshur, di Desa Palumpang, Kec. Plumpang, Kab. Tuban, Jatim, spt tahun2 sblmnya, adlh pengajian akbar.  Tahun ini pembicaranya adlh KH. Marzuki Mustamar dari Malang. Dalam mau'idzoh hasanah (ceramah) nya, beliau memaparkan bgmn pandangan para Ulama dan kaum santri Nahdliyyin ttg penerimaan dan dukungan thd NKRI sebagai bentuk yg final, dan bagaimana harus membelanya dari semua upaya yg bertujuan merongrong dan mengganti bentuk negara tsb. Khususnya dikaitkan dg perkembamgan mutakhir maraknya ideologi transnasional salafi jihadi dan juga pemikiran2 yg anti NKRI dlm berbagai bentuk mulai dari NII, JI, JAT, HTI, ISIS, dkk.

Dengan gaya khas Kyai NU yg sederhana tetapi dilandasi kaidah2 ushul fiqh, dibarengi humor2 "nylekit" tapi segar, beliau bicara hmpr 2 jam. Inilah bbrp poinnya:

1) NKRI adlh hasil perjuangan para pendiri bangsa yg didlmnya termasuk para masyayikh (Ulama terhormat) dr NU spt Syaikh Akbar NU KH. Hasyim Asy'ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Wahid Hasyim, dll. Karena itu pertimbangan dr perspektif hukum Islam pasti juga ada selain dari perspektif lain.

2). Bentuk negara NKRI lebih mampu memberi perlindungan kpd ummat Islam di Indonesia ketimbang bentuk lain. Ini disebabkan kepentingan ummat Islam itu ada di seluruh wilayah RI dari Sabang sampai Merauke. Seandainya RI berbentuk negara Islam, mk ummat Islam yg ada di Papua, NTT, Maluku, Minahasa, Bali, Sumut dll akan mengalami persoalan2 apalagi jika wilayah tsb kemudian melepaskan diri dr RI. Sampai hari ini semua kegiatan ummat Islam di wilayah yg mayoritas non Muslim tidak mengalami masalah, termasuk di Papua.

3). Bentuk NKRI terbukti efektif melindungi kepentinggan 200 juta ummat Islam dan asetnya yg luar biasa besarnya (ratusan ribu Masjid dan Musholla, puluhan ribu ponpes dan sekolah serta madrasah, ratusan ribu hektar lahan wakaf dll). Belum lagi dg aktifitas ibadah mrk tiap hari mulai dr shalat sampai haji. Ini sudah terjadi selama puluhan tahun sejak RI merdeka. Sementara pihak2 yg mau membentuk Negara Islam itu semua masih hanya dlm angan2 belaka. Itupun belum ada satu konsep tunggal yg mereka sepakati bersama. Ada yg khilafah, imamah, jumhuriyah, dll. Lalu buat apa meninggalkan sesuatu yg sudah terbukti nyata untuk sesuatu yg tdk jelas sama sekali?

4. Bisa jadi bentuk NKRI tidak sempurna dan ada kelemahan di sana-sini karena tak ada bikinan manusia yg sempurna. Tetapi tak berarti harus dirombak total dg sesuatu yg tidak jelas seperti gagasan Khilafah atau Daulah Islam dll itu. Resikonya terlalu besar khususnya bagi kepentingan ummat Islam yg memerlukan kepastian hukum dlm kehidupan sehari2,  baik ibadah maupun muamalah. Penyempurnaan2 dlm bingkai NKRI masih dimungkinkan dg kerjasama bersama seluruh komponen bangsa.

5). Kaum Islam garis keras (Igaras) tidak punya saham apapun dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan pembentukan NKRI. Jadi kalau mereka sekarang heboh, itu karena mrk tdk punya tanggungjawab thd Republik dan bangsa serta motifnya hanya ingin merusak NKRI. Itu sebabnya ummat Islam Indonesia dan khususnya kaum nahdliyyin WAJIB MENOLAK semua pikiran dan gerakan Igaras yg bermaksud bughot (memberontak) di negeri ini.
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS