Saturday, September 13, 2014

PPP: DARI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN MENJADI PARTAI PECAT-PECATAN?

Perilaku para elit PPP akhir-akhir ini sungguh mencoreng bukan saja nama partai itu sendiri, tetapi juga membawa ingatan kolektif publik ke tahun 70 dan 80-an ketika partai Islam bentukan Orba lewat fusi itu juga hobby nya saling pecat antara para petingginya. Jika dulu, konon, pecat-pecatan itu karena konflik yg laten antar-unsur, terutama NU vs MI, dan juga karena tokoh-2 mereka dg gampang dimainkan oleh rezim Orba. Maka PPP masa Orba pun sering mengalami gonjang-ganjing dan salah satu dampaknya adalah mufaroqoh (berpisah) nya sebagian tokoh dan Ulama NU dari partai berlambang Ka'bah tsb. Pd pasca-Reformasi, NU lalu menyeponsori berdirinya PKB yg juga kemudian sering konflik internal dan malah paling belakangan, salah satu pendiri dan tokoh utamanya, alm. GD juga di "kudeta" dari posisi Ketua Dewan Syuro.

Balik ke PPP. Kisruh yg memalukan ini berawal dr ketidaksepakatan antara Ketum DPP, Suryadharma Ali (SDA) karena ybs dianggap tidak patuh dengan hasil mukernas sebelum Pemilu 2014: mendukung Jokowi. Alih-2, SD malah dengan sangat demonstratif mendukung Prabowo (PS) sehingga ia nyaris dilengserkan, Untung kemudian ada islah, sehingga SDA dipulihkan dan partai itu lantas masuk dlm Koalisi Merah Putih (KMP) dlm Pilpres sampai saat ini. Lawan-2 SDA pun berang, apalagi Jokowi-JK (JJ) menang dlm Pilpres dan ada kesempatan bagi PPP untuk "balik kucing" sehingga ada kemungkinan masuk jadi bagian koalisi JJ dan, bisa jadi, mendapat rejeki kursi Kabinet, dll. Maka mereka pun segera beraksi dengan memaksa SDA turun tahta. Apalagi SDA sendiri juga sedang dirundung masalah korupsi dan sebagai tersangka KPK!

Reaksi SDA dkk memecat lawan-2nya menjadi bukti bhw parpol Islam yg satu ini memang tidak pernah bisa dewasa. Bukan cuma itu. Setahu saya, PPP juga bukan partai yg punya kualitas melahirkan pemikiran atau tokoh yg bisa dibanggakan di masa Reformasi. Saya bahkan pernah mengatakan partai ini ibarat Dinosaurus, mahluk yg lenyap karena tdk mampu melakukan evolusi. Dan kayaknya, memang akan demikian jika partai ini tidak diselamatkan oleh elemen-2 reformis di dalamnya khusunya yg dari generasi muda dan sudah bisa mengambil jarak dengan pengkotak-2an kelompok dan kepentingan pribadi, serta yg lebih penting lagi, punya cukup kualitas penalaran untuk ber-evolusi dlm lingkungan yg makin kompleks.

Sayang sekali, saya sama sekali belum melihat kapasitas itu. Bahkan generasi muda seperti Rhomahurmuzy (RH) sendiri, yg sering digadang-2 sebagai representasi generasi muda dan maju, kayaknya masih tetap berparadigma lama walaupun dia bisa memakai bahasa dan gaya berpolitik yg baru. Tokoh seperti Menag Lukman Hakim Syaifudin (LHS) tidak jauh bedanya. Akhir-2 ini ia memang sering dipuji sementara pihak, karena langkah-2nya agak beda dg Menag sebelumnya (SDA) dlm menyikapi mslh terkait kehidupan ummat beragama dan keberaniannya mundur dari DPR karena fokus mengurus Kementerian. Tapi, itu belum bisa dijadikan sebagai ukuran karena selama dia di DPR dan MPR, hampir tidak ada sesuatu yang cukup monumental utk bisa dipakai sebagai rujuakn bahwa LHS adalah "bintang" bagi proses evolusi PPP.

Dengan demikian, eker-ekeran elit PPP saat ini bisa jadi merupakan bagian proses punahnya sang Dinosaurus dari pentas politik Indonesia yg makin kompetitif dan menuntut perubahan kultur serta perilaku para elitnya yang tercerahkan, demokratik, dan visooner. Bangsa Indonesia dan ummat Islam khususnya tak perlu menangisi atau menyesali proses seperti ini terjadi. Kalau memang elemen-2 yg progresif dan tercerahkan dlm partai tdk mampu atau malah tdk ada, buat apa membiarkan partai yg hanya menambah kepusingan karena hanya melayani kepentingan elitnya sendiri? Bangsa Indonesia dan ummat Islam di dalamnya, saya kira jauh lebih penting untuk diperjuangkan ketimbang partai yg suka pecat-pecatan.


Simak tautan ini:

http://nasional.kompas.com/read/2014/09/12/18334041/Dilengserkan.dari.Ketum.Suryadharma.Pecat.Emron.Suharso.Lukman.Hakim.dan.Romy
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS