Monday, October 6, 2014

BALADA DUA PRIYAGUNG REPUBLIK IMPIAN


Oleh: Muhammad AS Hikam


Tersebutlah di Negara Kesatuan Republik Impian
Dua priyagungnya tak mau saling berteguran
Kalaulah mereka bersua dalam perjamuan
Tak ada perbincangan, apalagi janji pertemuan

Seratus duapuluh purnama pun berlalu
Kedua priyagung masih tak mau bertamu
Rakyat Republik Impian makin terharu-biru
Seribu tanya mengguncang kalbu:

“Begitu sakitkah hatimu, Ibu
Hingga membuat bumi pertiwi seakan beku
Langitpun kehilangan biru
Merah membara menyimpan berjuta sembilu?”

“Begitu kejamkah dirimu Bapa
Hingga curahan hatimu tersia-sia
Dalam pidato, dalam twitter, dalam wacana
Sangsai tanpa makna?”

Rakyat Republik Impian pun meratap
Mungkinkah anak negeri masih bisa berharap
Jika nalar dan nurani pemimpin mereka kian senyap
Jika kepentingan pribadi menjadi rujukan tetap

Tengoklah kisah Negeri Hastinapura
Yang hancur lebur karena angkara murka
Para Kurawa pemuja kuasa
Dan kebencian kepada Pandawa

Tengoklah ajaran para bijak bestari
“Suradira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti”
Kejahatan akan lebur oleh kebenaran sejati
Hidup sentausa, tak perlu dengan baku-benci
Negara Kesatuan Republik Impian
Tak putus dirundung kesedihan
Karena para pemimpinnya tak memberi teladan
Dan rakyatnya dibiarkan dalam kebingungan…



Pamulang, 6 Oktober 2014
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS