Saturday, October 18, 2014

MEMBACA PESAN PRABOWO, "JANGAN BERJIWA KURAWA"

Pesan Prabowo Subianto (PS) kpd para pendukungnya perlu dicermati. Beliau mengingatkan agar mereka tdk berjiwa Kurawa, sebuah metafor yg dikenal dg baik olh mereka yg berlatar belakang budaya Jawa atau yg familiar dg kisah pewayangan. Kurawa adalah nemesis dan sekaligus antitesis dari Pandhawa. Kendati mereka bersaudara tetapi kedua kubu tdk bisa eksis bersama secara damai karena permusuhan yg tak mungkin diselesaikan kecuali dg pertempuran habis2an. Kurawa mewakili angkara murka, kesewenang2an, kedengkian, keangkuhan, pokoknya sikap "adigang, adigung, adiguna." Pandhawa mewakili senua yg sebaliknya, dan, karenanya, unggul dlm pertempuran yg dikenal dg nama perang Bharatayudha itu.

Referensi kultural ini dipilih karena merepresentasikan konflik pokitik yg telah dan sedang berlangsung antara KMP dan KIH yg dampaknya sangat besar bagi kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita. Bisa dikatakan bhw konflik kedua kubu ini jika tak dihentikan dan diselesaikan dg baik dan bijak, akan membawa pada Bharatayudha versi modern yg hasil akhirnya adlh keterpurukan NKRI di dalam percaturan kehidupan antar-bangsa, di samping kemunduran bangsa Indonesia. Itulah sebabnya belajar dari kisah Bharatayudha, di mana para elit dr kedua kubu yg berkonflik gagal menghindari terjadinya perang, mk PS dan Jokowi berusaha bertemu dan melakukan 'rapprochement' atau saling pendekatan utk menghentikan konflik. Dan utk sementara, usaha itu berhasil serta direspon positif oleh semua pemangku kepentingan, khususnya rakyat Indonesia.

Hanya saja, seperti kisah Bharatayudha, upaya rekonsiliasi antar elite bisa saja hanya berusia pendek. Sama juga dg jerih payah Kresna yg mengusahakan rekonsiliasi antara Kurawa-Pandhawa yg hanya bertahan sebentar, pertemuan antara Jokowi-PS pun belun menjamin bhw rekonsiliasi tsb bisa bertahan terus di masa depan. Sebab akan selalu ada pihak dr kedua kubu yg tidak ingin hal itu terjadi. Ada pihak yg lebih suka jika konflik berjalan terus karena akan membawa berbagai keuntungan pribadi atau kelompok dlm jangka pendek. Dan kelompok ini ada di kubu Kurawa!

Maka sangat tepat peringatan PS agar tidak ada di antara pendukungnya yg bermental Kurawa. Dan seharusnya peringatan PS ini juga berlaku untuk pendukung KIH. Sebab beda dg cerita wayang, di mana Kurawa dan Pandhawa sudah jelas siapa2nya, di dalam konteks politik Indonesia pasca Pemilu 2014 ini siapa yg Kurawa dan siapa yg Pandhawa masih belum jelas. Terpulang pada perkembangan politik nanti siapa yg oleh rakyat akan dinilai sbg representasi kedua kubu tsb.

Simak tautan ini:


(http://m.beritasatu.com/…/218114-surat-prabowo-untuk-penduk…)
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS