Friday, November 28, 2014

NUSRON WAHID DAN JABATAN KEPALA BNP2TKI

Nusron Wahid (NW), politisi muda Golkar yg "minthilihir" (meminjam istilah mas @Bramantyo) itu, kini menjadi pejabat eksekutif yaitu Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI). Inilah salah satu jabatan yang "basah" tetapi sekaligus sensitif secara politik, karena terkait dengan masalah yang juga sanga sensitif, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Jabatan ini basah karena semua orang, terutama para TKI, tahu bagaimana Negara mendapatkan manfaat secara finansiil dari para pahlawan devisa tsb, yg jumlahnya bisa sampai hitungan trilyun, melalui kantor ini. Namun pada saat yg sama, BNP2TKI juga dikenal sebagai lembaga yang ikut bertanggungjawab dalam segala problematika terkait dg para TKI, khususnya jika terjadi masalah yang berimplikasi pelanggaran hak-hak asasi dan juga kriminalitas yang berhubungan dg mereka.

Sebagai aktivis, politisi yg berpendidikan tinggi, dan pemimpin ormas Islam yg sangat besar, yaitu GP Ansor, NW tentu memiliki potensi dan bisa diharapkan bisa ikut membereskan berbagai bengkalai terkait masalah TKI. Pengalaman NW di DPR, misalnya akan memberi kontribusi yang besar bagi upaya memperbaiki aturan-2 perundangan yang selama ini masih menjadi kendala bagi para TKI. Sebagai orang yg besar di ormas NU, NW juga tentunya sangat peka terhadap masalah ini, karena warga nahdliyyin yang menjadi bagian dari TKI juga sangat besar jumlahnya, dari seluruh pelosok Nusantara. Dan sebagai seorang yg berlatarbelakang akademis yg tinggi, NW juga akan mampu membantu memecahkan permasalahan melalui perumusan kebijakan yg nalar tetapi juga berempati tinggi karena ha tsb terkait dg manusia dan lebih penting lagi ank bangsa Indonesia.

Maka saya terus terang heran dengan statemen Andi Wijayanto (AW), Sekretaris Kabinet, bhw alasan dipilhnya NW oleh Presiden adalah "karena memiliki kedekatan politik dengan orang nomor satu negeri ini." Lebih detil lagi, alasannya "(s)aat kampanye lalu, Nusron sangat aktif membantu dan juga memiliki perhatian yang sangat besar dalam melindungi para TKI di luar negeri.." Hemat saya, alasan ini sangat remeh, dan berbau politik balas jasa. Bukan berarti balas jasa politik tidak halal, tetapi bukankah Presiden Jokowi sendiri selalu menggunakan argumen meritokrasi dlm memilih pejabat Pemerintah? Ini sangat tidak fair bagi NW karena saya melihat politisi Golkar ini punya potensi yg jauh lebih baik ketimbang sekadar kedekatan politik dg Presiden. Saya melihat penjelasan yg diberikan AW terkesan "asal-asalan" dan justru mendegradasi atau meremehkan kualifikasi NW.

NW harus membuktikan bhw jabatan yg disandangnya itu bukan sekadar balas jasa politik baginya. Kalau cuma itu, masih ada banyak posisi yg menggiurkan dan tidak perlu meriskir dg kontroversi seperti masalah TKI. Posisi strategis Kepala BNP2TKI adlh tantangan kepadanya utk memberi berbagai solusi yg efektif thd masalah TKI, yg gagal dilakukan oleh Menteri dan pejabat sebelumnya. Dan saya kira NW bisa menjawabnya secara profesioal dan efektif.  Bravo NW dan selamat bekerja!


Simak tautan ini:

http://nasional.kompas.com/read/2014/11/27/16382881/Presiden.Lantik.Nusron.Wahid.Jadi.Kepala.BNP2TKI.dan.Franky.Sibarani.Jadi.Kepala.BKPM?utm_campaign=related&utm_medium=bp-kompas&utm_source=news&

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS