Saturday, February 21, 2015

KALAU PERLU HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN BRAZIL DIBEKUKAN SAJA

Penolakan Pemerintah Brazil terhadap Dubes RI, Toto Riyanto (TR), yang akan menyerahkan surat kepercayaan sebagai Dubes yang baru di negara tsb, merupakan sebuah insiden diplomatik paling keras sebagai respon thd ketegasan kebijakan Presiden Jokowi (PJ) untuk melaksanakan eksekusi mati terhadap penjahat narkoba termasuk dari waraganegara asing. Presiden Dilma Roussef (DR), menggunakan kesempatan ini utk menangguk popularitas publik dengan memanggil pulang Dubesnya dari Jakarta, dan setelah itu menolak menerima surat kepercayaan Dubes RI yang baru ke negaranya.

Saya kira Pemerintah Indonesia, cq Kemenlu, sangat tepat jika melayangkan protes keras thd Pemerintah Brazil, dan bahkan selain memanggil pulang TR, juga bisa sekalian membekukan hubungan diplomatik dengan negara Samba tsb. Saya tidak melihat arti strategis dari Brazil terhadap kepentingan RI di Amerika Latin maupun lainnya. Bahkan Brazil akan sangat kehilangan partner penting di Asia-Pasifik utk kepentingan ekonominya jika tidak memiliki hubungan diplomatik dengan RI. Ini juga utk menunjukkan bahwa RI tdak bisa ditekan oleh negara lain, apalagi jika negara tsb terang-terangan melindungi kejahatan narkoba oleh warganegaranya.

Mungkin saja ada beberapa kelompok pengusaha atau pribadi-2 di RI yang punya kepentingan tertentu dengan Brazil, tetapi itu masih bisa diatasi. Mungkin saja kepentingan RI (dan warganya) di Brazil bisa diselenggarakan oleh Dubes di negara Amerika Latin lainnya, dan hal itu sangatlah biasa dalam hubungan internasional. Yang penting, jangan sampai kedaulatan hukum RI diacak-acak oleh negara lain, termasuk Brazil, Australia, dsb. Memang merupakan kewajiban sebuah negara utk melindungi warganegaranya. Namun adalah suatu hak pula bagi sebuah negara berdaulat utk menerapkan hukum yang dimilikinya, sejauh hukum tsb tidak melanggar prinsip-2 HAM dan kemanusiaan.

PJ harus tegar, rakyat Indonesia berada di belakang anda. Brazil atau negara manapun tidak boleh dibiarkan melakukan intervensi thd kedaulatan RI.


Simak tautan ini:

http://nasional.kompas.com/read/2015/02/21/05320341/Kemenlu.Protes.Keras.Penolakan.Dubes.RI.oleh.Presiden.Brasil?utm_campaign=popread&utm_medium=bp&utm_source=news
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS