Thursday, February 12, 2015

RUNDINGAN CICAK, BUAYA, DAN HARIMAU

Di Republik Rimba Impian, kehebohan terjadi, gara-gara perseteruan antara Cicak (C) melawan Buaya (B) yg tak kunjung usai. Cicak, reptil kecil nan ringkih itu, terus melakukan perlawanan sehingga Buaya pun kian geram. B lalu menggunakan pengaruhnya utk menggertak C dengan mengancam keselamatan cicak-cicak kecil. Maka laporlah boss C kepada Harimau (H), yg merupakan Presiden Republik Rimba Impian, mengenai kekhawatiran para warga reptil kecil itu.

C: "Pak Presiden, mbok kami dilindungi dari penindasan Buaya."

H: "He, Buaya, kok kamu memperluas perseteruan dengan melibatkan anak buah Cicak yg lemah?"

B: "Wah itu rumor saja, pak Presiden. Paling juga buatan pendukung Cicak yg gak jelas itu."

H: "Walaupun rumor, tetapi kalau terus menerus dan membuat para Cicak tidak bisa bekerja dan cari makan, gimana?"

B: "Saya ada usul bagus pak Presiden."

H (sambil melirik C): "Oke, coba kita dengar bersama."

B: "Menurut Hukum Rimba pasal 11, Buaya adlh aparat yg ditugasi menjaga komunitas reptil. Bagaimana kalau para Cicak itu ngumpul ditempat saya, supaya bisa saya lindungi dari ancaman bahaya yg dikhawatirkan itu?"

C: "Maaf Pak Presiden, itu tidak mungkin. Lha sekarang saja cicak-cicak sudah ketakutan, kok malah dikumpulkan di tempatnya Buaya?"

H: "Hmm, bener juga omonganmu Cak. Sudah kalau gitu dengerin usul saya."

C & B (tertarik): "Silakan, Pak Presiden?"

H: "Kalau memang tidak mau dilindungi Buaya, ya sudah Cicak ngumpul semua di tempat saya, akan saya lindungi. Percaya kan?"

C: "Maaf Pak Presiden, kami kira itu sama saja!"

H (heran) : "Lho kok bisa sama gimana?"

C: "Lha itu kan ibarat 'terlepas dari mulut buaya masuk ke mulut harimau', Pak Presiden?"

H & B: "!!!***???@@@***!!!"
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS