Friday, March 27, 2015

MENGAPA ISIS BERHASIL MEREKRUT GENERASI MUDA MUSLIM DI BARAT?

Salah satu perkembangan yang paling merisaukan pemerntah di AS dan sekutu-2nya di Eropa adalah kemampuan kelompok teroris ISIS dalam melakukan rekrutmen di negara-negara Barat, khususnya generasi muda yang beragama Islam. Kasus-kasus tentang rekrutmen anak-anak muda yg dilakukan oleh ISIS melalui propaganda di media sosial, hampir tiap hari dilaporkan oleh media, sebagaimana yg saya tautkan di bawah ini. Pertanyaan yg muncul, tentu saja, adalah "Mengapa anak muda Muslim di Amerika dan Eropa tertarik dan begitu mudah dipengaruhi oleh ISIS utk ikut melakukan aksi teror tsb?"

Jawabnya tentu tidak sederhana, namun menurut beberapa pakar dan praktisi yg menangani masalah ini, dikatakan ada beberapa alasan: 1) Rasa kecewa dari kaum muda Muslim di negara-2 Barat terhadap kondisi kehidupan yang mereka alami, kendati secara ekonomi lebih dari cukup; 2) Kaum muda Muslim banyak yang terpesona dan bahkan tergoda oleh 'semangat juang' yang ditawarkan dan dipertunjukkan lewat berbagai tayangan di dunia maya, khususnya video dan propaganda di media sosial; 3) Keinginan untuk menjadi martir (syahid) karena memperjuangkan agama menghadapi kaum kuffar; dan 4) Kegagalan negara dan aparatnya dlm upaya membendung propaganda ISIS serta pemahaman ttg Islam yang masih sangat kurang. Poin terakhir ini tidak disebutkan di dalam artikel berita yg saya tautkan itu, tetapi merupakan pandangan saya pribadi setelah mempelajari dan bicara dengan beberapa pihak mengenai strategi pembendungan kaum teroris di negara-2 maju tsb.

Saya kira poin nomor 1 tidak begitu relevan utk kasus rekrutmen ISIS di Indonesia, kendati mungkin ada juga elemen ketidak puasan kaum muda di negeri ini terhadap kondisi masyarakat modern yang semakin materialistis yang juga mereka rasakan. Poin ke 2 samai ke 4 cukup relevan utk diperhatikan baik oleh Pemerintah maupun kalangan masyarakat sipil, termasuk para agamawan Muslim dan ormas-2 Islam yang menyatakan menolak dan anti terhadap aksi kekerasan serta terorisme atas naman agama serta ideologi transnasional radikal Islam seperti Al-Qaeda, ISIS, JI, dan kelompok-2 sempalan mereka di Indonesia. Kampanye melalui jagat maya, memang sangat intensif dilakukan oleh ISIS dan pendukungnya, dan cara-2 manipulasi informasi melalui tayangan video dan YouTube tampaknya juga efektif utk menarik minat kaum muda. Inilah modus operandi yang sejatinya perlu mendapat prioritas utama utk dicegah.

Amerika dan Negara-2 Eropa menyaksikan perkembangan komunitas Muslim yang pesat di wilayah mereka. Komunitas Muslim di kedua wilayah tsb sangat berkembang baik dari segi jumlah maupun kemakmuran ekonominya, karena banyak sekali dari kaum migran Muslim yang generasi kedua atau ketiganya merupakan kelas profesional. Sehingga merekapun secara ekonomi dan status sosial mengalami peningkatan yang jauh lebih baik ketimbang ketika masih berada di negara asal. Inilah yg kemudian menjadi salah satu faktor perlunya pemahaman yang semakin baik dari Pemerintah dan negara terhadap Islam dan komunitas Muslim. Sebagai warganegara yang memiliki kualitas dan kuantitas yang signifikan, warga Muslim di Barat akan semakin berperan penting dalam kehidupan sosial dan politik, di sampin ekonomi. Jika warga Muslim tsb masih mengalami alienasi dan tidak terintegrasi dalam kehidupan sebagai warganegara (citizen), maka keterasingan para generasi muda Muslim pun akan muncul ke permukaan. Dan ini berarti mereka akan rentan terhadap pengaruh2 radikalisme dari ideologi transnasional seperti yg disebarkan oleh ISIS dll.


Simak tautan ini:

http://www.cnn.com/2014/10/07/world/isis-western-draw/index.html
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS