Sunday, March 15, 2015

ROBOHNYA KOALISI KMP DAN KONSOLIDASI PEMERINTAHAN JOKOWI

Koalisi Merah Putih(KMP) yg dibangun oleh gabungan parpol2 yg mendukung Prabowo Subianto (PS) dlm Pilpres 2014 kini terancam roboh alias gulung tikar. Setelah Golkar di bawah Agung Laksono (AL) menyatajan hengkang dari KMP, kini PPP di bawah Djan Farid (DF) juga sudah siap utk menyusul. Walaupun PAN belum menyatakan hijrah, tetapi tampaknya juga mulai ogah2an mengikuti keinginan KMP utk mendukung pengajuan hak Angket di DPR terhadap Menkumham terkait konflik Golkar. Walhasil, KMP kini tinggal dihuni Gerindra dan PKS sehingga tidak akan punya cukup kekuatan menghadapi KIH.

Padahal awal2nya KMP seakan menjadi momok serius bg Pemerintah Jokowi mauoun barisan KIH di Parlemen. Bahkan gebrakan2 awal KMP sempat membuat keseimbangan politik di Senayan berat sebelah. KMP pun berhasil mengambil kepemimpinan DPR dg menempatkan politisi2 mereka pd jabatan utama dlm jajaran pimpinan dan alat kelengkapan dewan. Upaya KIH utk menghentikan manuver KMP pun nyaris tdk efektif kendati sempat membuat DPR lumouh bbrp saat.
Bgmn prospek perpolitikan di pusat setelah robohnya KMP nanti? Di atas kertas tentu hal ini melegakan Pemerintah PJ dan KIH. Kalaupun ada dinamika di Parlemen mungkin hanya bersifat individual parpol/Fraksi atau anggota Parlemen yg tidak lagi bersifat kolektif. Ini berarti peluang PJ utk berkonsentrasi dan bekerja dg lebih tenang akan semakin besar. PJ dan KIH juga tdk lagi terlalu khawatir agenda dan program2 mereka mengalami ganjalan dari kekuatan oposisi seperti kalau KMP utuh dan solid.

Namun bukan berarti relasi Pemerintah dg DPR akan tanpa gangguan. Justru dg makin kuatnya KIH, PJ bisa saja menghadapi berbagai gangguan yg bersifat internal manakala sinergi antara kedua lembaga negara tsb tdk baik. Atau jika parpol2 pendukung PJ justru menjadi alat penekan baru karena kepebtingan2 yg berbeda. Tanda2 akan munculnya kondisi demikian sudah ada, misalnya kritik gencar dr politisi PDIP seperti Efendi Simbolon (ES) thd PJ yang bisa dimaknai bhw masih ada konflik kepentingan yg belum teratasi dg baik antara PJ dag partai pundukung utamanya. Ini bisa berpotensi ancaman bg soliditas relasi kedua lembaga tsb dlm 5 th yad.

Jika PJ dpt mengkapitalisasi dg efektuf robohnya KMP di Parlemen ini, maka dampaknya akan sangat signifikan bg upaya mobilisasi dan konsolidasi kekuatan politik di belakang Penerintahannya. Ini berarti kemungkinan terwujudnya Pemerintahan yg kuat terbuja lebar, serelah sempat diragukan oleh banyak pihak baik di dalam maun di luar Pemerintah. Terpulang kpd PJ dan Kabinetnya utk memanfaatkan peluang yg sangat berharga ini utk mengefektifkan kinerja di tahun2 yad.

Simak tautan ini:

http://www.islamtoleran.com/ppp-kubu-djan-faridz-akhirnya-nyatakan-keluar-dari-kmp/
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS