Wednesday, December 16, 2015

KEPUTUSAN MKD: PADA AKHIRNYA PARPOL YANG MENENTUKAN

Para anggota MKD DPR atau Fraksi-fraksi di DPR bisa saja bicara berbeda-beda sebagai individu sebelum pengambilan keputusan. Namun, hemat saya, pada akhirnya instruksi partai yang diberikan oleh para pemimpin tertinggilah yang akan menentukan final, apakah anggota MKD memutuskan sanksi ringan, sedang, atau berat kepada pihak teradu.

Tentu saja para politisi anggota MKD dan pimpinan fraksi-2 di Parlemen akan menyatakan bahwa mereka independen, tidak bisa diintervensi oleh siapapun, atau retorika lain. Dalam praktik, setiap persoalan akan ditimbang-2 tingkat strategis, sensitivitas politik dan popularitas publik masing-masing. Dalam kasus "Freeport-gate" ini, tingkat sensitivitas dan popularitas politiknya nyaris sama dengan isu pengangkatan cakapolri beberapa bulan lalu. Dengan demikian "kebebasan" dan "kemandirian" para anggota MKD pun tidak terlalu besar. Salah satu buktinya adalah terjadinya pergantian para anggota MKD yang terkesan tiba-tiba dilakukan ketika proses pemeriksaan pengadu, saksi, dan teradu digelar.

Karena itu, saya cenderung mengatakan bahwa apapun keputusan yang akan dibuat oleh MKD dalam kasus dugaan pelanggaran etika oleh ketua DPR, Setya Novanto (SN), hari ini, yang paling menentukan adalah boss partai-2 itu. Anggota MKD yang mencoba menolak keputusan partainya akan berpotensi mendapat sanksi serius, bahkan bisa sampai pemecatan. Oleh sebab itu sangat relevan usulan politisi Nasdem, Faizal Akbar (FA), bahwa sidang pengambilan keputusan MKD itu dilakukan terbuka, kendati saya yakin kecil kemungkinannya akan terjadi. Jika persidangan terbuka, termasuk dalam mengambil pemungutan suara di dalamnya, maka publik setidak-2nya akan bisa menyaksikan proses tersebut dan memberikan penilaian mereka kepada anggota MKD.

Keputusan sidang MKD jadinya akan memberi petunjuk bagi publik sampai sejauhmana parpol-2 yang kini ada di Parlemen menyikapi kasus "Freeport-gate" yg melibatkan pimpinannya. Benar bahwa yang menjadi wakil di MKD adalah anggota-anggota yang memiliki kemandirian, tetapi dalam konteks kasus yang sangat sensitif ini mereka tak akan bisa berbuat banyak, misalnya berani melawan instruksi partainya.

Simak tautan ini:

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS