Wednesday, January 20, 2016

KEKERASAN TERHADAP EKS ANGGOTA GAFATAR & KEHADIRAN NEGARA..

 
Kemarahan massa yang tidak terbendung dan terkendali pada akhirnya hanya menciptakan kerusakan dan kekerasan yang merugikan. Kasus pembakaran ponbdok-pondok eksggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kalimantan Barat ini, seperti mengulangi berbagai kisah yang sama ketika massa menggunakan kekerasan dan pengrusakan properti atas nama kebencian. Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat keduanya mesti bertangggungjawab mencegah agar hal seperti ini tidak marak dan ditiru di wilayah lain di negeri ini.

Gafatar adalah sebuah organisasi yang kini sedang menjadi sorotan publik di mana-mana karena diduga telah melakukan berbagai kegiatan yang menyimpang, Termasuk kasus-kasus 'menghilang'nya para pengikutnya dan berpindah ke Kalimantan Barat, yang kemungkinan bertujuan utk membuat semacam komunitas kelompok baru yang eksklusif. Saya setuju apabila Gafatar diminta utk mempertanggungjawabkan kegiatan-2nya secara hukum. Tetapi saya tidak setuju jika cara-cara yang digunakan oleh massa adalah dengan merusak seperti yang terjadi di Kalbar ini.

Di Indonesia potensi munculnya kelompok-kelompok seperti ini sangat besar karena kemajemukan masyarakat dan juga berkembangnya berbagai pemikiran dan ideologi yang dianggap berlawanan dengan arus utama. Konflik sosial akibat fenomena ini dengan mudah bisa tersulut dan jika ditumpangi oleh kepentingan-2 tertentu malah bisa merusak hubungan sosial yang harmonis dan mengganggu ketertiban serta keamanan masyarakat. Gafatar hanya salah satu dari kelompok 'pinggiran' (fringe groups) yang kita jumpai di negeri ini.

Seharusnya Pemerintah dan alat negara cepat tanggap dan hadir dalam mengantisipasi dampak negatif baik yang muncul dari kelompok ini maupun dari reaksi massa yang sudah pasti akan timbul. Hal itu disebabkan karena ajaran-2 dan kegiatan-2 yang dimiliki kelompok seperti Gafatar acapkali menciptakan ketersinggungan, kesalah-pahaman, kecurigaan, dan kemarahan di dalam masyarakat, Apalagi jika isu-isu terkait agama menjadi bagian dari persoalan.

Simak tautan ini:

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS