Sunday, October 16, 2016

BALADA PARA DEMAGOG DAN DEMONSTRAN


Oleh Muhammad AS Hikam

Kala mentari mencorong di langit Jakarta
Menyemprotkan 30’ C panasnya
Ribuan kerumunan dan barisan manusia
Mata mereka, oh…merah membara
Diatas baju-baju putih bersih sempurna

Aspal jalan menguapkan terik dan lelah
Merangsang peluh dan nafsu amarah
Para demagog di atas podium berdiri gagah
Di tangan mereka megafon pelontar serapah
Mata jelaga dan mulut bergairah

“Sudara-sudara, hari ini kita unjuk rasa
Kerna Tuhan sudah dihina
Kerna AyatNya telah dinista
Kerna ummatNya telah dipedaya
Kerna nasib ummat akan sengsara…”

Kerumunan menjawab riuh
“Betuuuuulll..!!
Setujuuuuu…!!
Tangkaaaaap…!!
Bunuuuuuuhhh…!!! “

“Sudara-sudara, apakah akan kita abaikan?
(“Tidaaaaaaakkkk…!!)
Apakah akan kita maafkan?
(Tidaaaaaakkkkk…!!)
Apakah masih perlu didialogkan?
(Tidaaaaaakkkk…!!)
Apakah masih perlu toleran?
(Tidaaaaaakkk…!!)

Mata kian membara
Panas kian membahana
Kelelahan kian mendera
Kebencian kian menggelora
Kemarahan kian meronta

“Sudara-sudara, kita melaksanakan perintah Tuhan
(Betuuuuuullllll….!!)
Kita mengejawantahkan keimanan
(Betuuuuuulllll…!!)
Kita rela untuk berkorban
(Betuuuuuulllll…!!)
Bahkan kita rela menyambut kematian
(Betuuuuuullll…!!)

“Sudara-sudara, ayo kita terus maju
(Setujuuuuuu…!!)
Tak perlu lagi pedulikan ocehan dan bujuk rayu
(Setujuuuuuu…!!)
Dari mulut-mulut para Kafir musuhmu
(Setujuuuuuu….!!)

Panas mentari dan aspal kian menyatu
Peluh membanjir bercampur debu
Dengan amarah untuk merabu
Kerumunan bergerak mencari sasaran
Untuk dihancurkan atas nama Tuhan

Para demagog sumringah berseri
Menyaksikan ummat saling membenci
Mereka berangkulan dengan para politisi
Saling mengucap selamat dan bertukar puja-puji
Tertawa tergelak dan berpuas diri

Kerumunan terus bergerak
Kemarahan terus menggelegak
Panas mentari dan aspal terus merebak
Sumpah serapah terus meruyak
Diseling gemuruh dan membahananya sorak

Di langit, para Malaikat melantunkan istighfar
Menyaksikan firman Tuhan menjadi alat makar
Menyaksikan ayat-ayat Tuhan menjadi bahan bakar
Menyaksikan perintah Tuhan dimanipulasi untuk bertengkar
Menyaksikan manusia kian bertambah ingkar.

Pamulang, 16 Oktober 2016
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS