Tuesday, November 29, 2016

UU ITE "BARU" ATAWA PRODUK ANOMALI DEMOKRASI INDONESIA?


Alkisah, seorang wartawan (W) dimarahi editornya (E) gegara menulis laporan yang membingungkan. Padahal laporan itu sangat penting, terkait perkembangan demo besar dan penistaan agama, dan sudah ditunggu untuk segera naik cetak. W menulis begini:

"Keterlaluan si nganu itu, udah jelas-jelas si nganu berbuat nganu, masih juga dibela sama kelompok nganu, dan anehnya orang yang nganu itu sampe sekarang nggak di nganu-nganuin. Sementara yang ngga berbuat nganu malah satu-satu di nganu-nganuin sama pak nganu. Bener-bener nganu di nganu ini..."

W pun dipanggil utk menghadap E:

E : " Itu kau tulis laporan apa?"
W: "Ya laporan yang ditugaskan kepada saya Pak."
E: "Kan gak ada yang paham apa maksudnya?"
W: "Saya kan harus mengikuti aturan UU ITE terkait dengan soal mendistribusikan, 
       mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik bermuatan 
       penghinaan dan/atau pencemaran nama baik pada ketentuan Pasal 27 ayat (3)."
E: "Tapi nanti yang baca terus gimana dengan berita yang kau tulis itu?"
W: "Saya gak tahu pak, karena saya kan harus melindungi diri saya, juga bapak, dan kantor ini dari 
       tuntutan hukum"
E: "Lha terus apa gunanya punya media?"
W : "Ya untuk fungsi lain pak.."
E (memotong) : "Fungsi lain apa?"
W: "Fungsi dhagelan, pak.. Kan beritanya jadi lucu.."
E : "!!!???@@@***!!!??"

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS