Sunday, April 9, 2017

BERTRAND RUSSEL DAN MENDIDIK BERFIKIR

 "Apabila Anda ingin mendidik anak-anak utk berfikir, mulailah dengan mengaggap serius thd mereka sejak kecil. Berikanlah tanggungjawab mereka, dan ajaklah berbicara terus terang. Berikanlah privasi dan ketenangan kepada mereka, dan jadikanlah mereka pembaca dan pemikir mengenai hal-hal yg penting sejak awal. Itulah kiat-2 nya jika memang anda sungguh-sungguh mendidik mereka utk berfikir."
(Bertrand Russel, filsuf, matematikawan, sejarawan, dan peraih Nobel asal Inggris, 1872-1970)


Masyarakat dan bangsa yang tercerahkan (Enlightened) dalam sejarah manusia hanya akan terbentuk apabila pendidikan akal budi menjadi dasar utama. Pendidikan tersebut harus dimulai diberikan sejak masa paling dini kepada generasi muda. Mendidik anak-anak untuk mampu berfikir adalah salah satu intinya. Dalam hal ini, bukan hanya mencekoki anak-anak dengan hapalan-hapalan yang bejibun dan menekankan kapasitas otak mereka sebagai hal yang terpenting, tetapi justru dengan memfasilitasi, mendorong, dan merangsang anak-anak utk mencintai proses berfikir dan mengapresiasi hasil pemikiran mereka.

Karena itulah mendidik anak-anak utk dapat berfikir dengan baik berarti menempatkan mereka sebagai subyek-subyek yang memiliki kapasitas dan kemandirian. Anak-anak seyogyanya diberi kesempatan luas utk mengekspolrasi lingkungannya secara ebebas dan mengekspressikan apa yg ada dlm pikiran mereka secara bebas. Kalaupun ereka bertanya tentang hal-hal yg menurut kita dan masyarakat kita tidak layak atau melewati batas, kita perlu menjelaskan kepada mereka mengapa demikian. Bukan hanya melarang tanpa ada argumentasi. Anak-anak juga sangat penting dibiasakan membaca buku-2 yang berkualitas, baik fiksi maupun non fiksi, dan setelah itu mereka diajak memberikan komentar dan pandangan ttg apa yg telah mereka baca. Lingkungan yg memadai utk mereka agar dapat berfikir juga penting. Bukan kewewahan gedung, tetapi lingkungan yg mendukung agar mereka menyukai proses berfikir tsb.

Tidak ada masyarakat dan/ atau bangsa di dunia ini yg bisa maju dan beradab tanpa diisi sejumlah besar warganya yang mampu berfikir dan sekaligus tercerahkan. Bisa jadi ada bangsa yg jumlahnya besar dan diberikan kekayaan alam yg besar, tetapi karena warganya tidak tercerahkan dan suka berfikir, maka ia hanya menjadi bangsa yang tergantung kepada orang lain. Alih-alih bangsa tsb beradab, ia akan selalu mengalami berbagai macam konflik dan perpecahan serta mudah diadu domba oleh pihak-pihak lain. Bangsa seperti itu sebetulnya adalah terjajah, tetapi karena kebodohannya malah merasa sudah merdeka. Na'udzubillah min dzalik.
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS