Friday, May 19, 2017

MUHASABAH KEBANGSAAN (6): IZIN BERTANYA, SIAPA KHALIFAH SAMPEAN?

Oleh Al-Zastrouw

Mereka menebar semangat membangun Khilafah Islamiyah (KI) di negara Republik Indonesia (RI) yang sejatinya merupakan bentukan para ulama dan Kyai Nusantara bersama-sama dengan para pendiri bangsa lainnya. Mereka menghasut dan memprovokasi rakyat bahwa NKRI adalah negara setan (toghut) karena berdasarkan Pancasila dan UUD 45; hukumnya buatan manusia, bukan berdasar Qur'an ciptaan Allah Yang Esa, dan Hadits Nabi. Mereka tidak mau hormat bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya karena dianggap syirik dan bid'ah .....

Sebelum KI itu terbentuk, dan agar tdak salah pilih, kami ingin bertanya pada kalian: Siapa yang akan kalian jadikan Khalifah untuk memimpin ummat Islam sedunia saat ini yang jumlah penduduk dan luas wilayahnya jauh lebih besar dari masa Khulafa ur Rasyidin, Daulah-daulah Umayyah, Abbasiyah, Fatmiyah atau bahkan Usmaniyah itu?

Apakah Khalifah kalian itu sosok yang seperti Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq yang merelakan seluruh jiwa raga dan berani menanggung resiko hidup menderita? Atau dia seperti Sayyidina 'Umar bin Al-Khattab yang terkenal tegas dalam menegakkan keadilan sehingga berani mengembalikan tanah milik orang Yahudi yang digusur semena-mena atas nama agama? Yang berani berbaju sederhana dan blusukan ke desa-desa mendengar keluhan rakyatnya?

Atau Khalifah yang akan kalian usung itu seperti Sayyidina 'Utsman bin 'Affan yang merelakan seluruh harta bendanya demi perjuangan Islam? Mungkinkah orang itu seperti Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib yang cerdas dan berilmu tinggi sehingga disebut pintunya ilmu (baabul ilmi), namun kedua Khalifah ini akhirnya syahid terbunuh karena dianggap tidak menerapkan hukum Allah oleh orang-orang yang selalu mengutip ayat dan ingin menerapkan hukum Allah sesuai keyakinan mereka?

Apakah orang yang akan kalian jadikan Khalifah itu orang seperti al-Makmun, al-Mu'tasim, al-Fatih, Sultan Agung? Atau siapa? Tolong sebutkan secara jelas supaya ummat Islam tahu. Jangan sampai memperjuangkan Khilafah tapi khalifahnya tidak jelas. Ini bisa berbahaya....

Jika sosok yang akan menduduki Khalifah tidak jelas, nanti akan ada konflik lanjutan antar umnat Islam setelah Khilafah terbentuk karena
masing-masing kelompok akan berebut menjadi Khalifah,  seperti yang telah pernah terjadi. Atau ummat Islam dipaksa menerima seorang Khalifah yang hidupnya di dalam benteng Istana dengan bergelimang harta dan nikmat dunia? Atau Khalifah itu mereka yang tidur di hotel bintang lima sementara ummatnya tdr di masjid dan mushalla sambil makan nasi bungkus dan air mineral?

Aku hanya sekedar bertanya agar hukum dan kitab Allah tdak sekedar menjadi tameng dan legitimasi atas ambisi politik dan nafsu kekuasaan.
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS