Friday, January 5, 2018

OBSKURANTISME DAN HEBOH "KENCING UNTA"


Bagaimana caranya agar sebuah masyarakat yang sedang berada di tengah-tengah proses modernisasi mutakhir dan menghadapi arus globalisasi abad 21 bisa diajak kembali ke zaman baheula dan dengan bangga mengamini serta mendukung proses pembodohan massif?

Caranya mudah: Melalui manipulasi ajaran agama dengan menggunakan penafsiran obskurantis. Contohnya paling anyar adalah ini: Kampanye minum kencing onta utk kesehatan. Dengan melakukan penafsiran terhadap teks ajaran agama secara harfiah, maka minum kencing onta lantas dianggap sebagai praktik yang punya ekuivalensi dengan pengobatan modern yg telah melalui penelitian canggih puluhan tahun dengan teknologi modern dan eksperimentasi serta pengujian yg memakai standar internasional.

Obskurantisme macam ini berpotensi laku keras karena yang menjadi penyebar juga orang yg berpendidikan dan memiliki pengaruh dalam bidang agama. Jadi bagi para pendukungnya, apa yang dilakukan oleh sang tokoh sudah pasti valid dan mempunyai kualifikasi yang sama atau bahkan lebih tinggi ketimbang yang dimiliki oleh ilmu pengetahuan modern.

Hasilnya mudah ditebak: akan berkembang sebuah proses kemunduran dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta penyebaran obskurantisme alias kejahiliahan dalam masyarakat secara massif.

Celakanya, proses seperti ini akan dibiarkan saja oleh Pemerintah dengan alasan klasik yaitu belum ada aturan hukumnya. Sementara masyarakat sipil tentu akan terbelah karena para pendukung praktik semacam ini juga mengklaim sebagai pihak yang punya hak asasi. Termasuk hak melakukan apa yang dianggap sebagai ajaran agama.

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS