Wednesday, February 7, 2018

ORIENTASI PEMBANGUNAN YANG ABAI KUALITAS


Longsornya jalan underpass Bandara SOETTA, sebagian disebabkan karena KECEROBOHAN pihak pembangunnya. Hrs dijatuhi sanksi hukum yg berat. Selain kerugian materiel juga kecelakaan tsb juga mengakibatkan korban luka-2 badan dan psikis orang, bahkan hilangnya nyawa.

Pembangunan yang hanya "kejar tayang" dan "popularitas", abai terhadap aspek keselamatan dan kualitas. Dalam pemahaman ilmu budaya, Itulah salah satu akibat dari apa yg oleh alm. Prof. Koentjaraningrat disebut dengan "mental menerabas" yg sayangnya masih bercokol sangat kuat di dalam diri sebagian bangsa ini.

Tentu saja kritik ini tak berarti menyangsikan, menolak, atau bersikap "nyinyir" terhadap upaya pembangunan infrastruktur yg sedang digenjot oleh Pemerintah Presiden Jokowi (PJ) di seluruh tanah air. Jangan salah. Inisiatif dan kerja keras beliau harus diapresiasi, didukung, dan dilanjutkan secara berkesinambungan!. Menolak program pembangunan infrastruktur tanpa argumen yang kuat adalah kemunduran dan tak sesuai dengan semangat, keniscayaan, serta tuntutan zaman.

Yang disoroti di sini adalah kiprah dan praktik-praktik di lapangan yang justru menodai niat dan kerja keras PJ. Dengan kata lain, pengabaian terhadap kualitas pembangunan adalah tanggungjawab pihak yang diamanahi oleh Pemerintah untuk melaksanakannya, baik pihak yang ada di sektor negara maupun swasta.

Berbagai insiden kecelakaan kerja beberapa waktu terakhir ini sering terjadi tetapi hanya menjadi kabar sebentar di media/medsos. Seperti insiden crane yang jatuh dan membawa korban luka berat dan kematian, misalnya, dan insiden lain seperti itu. Kejadian seperti itu bukan hanya disebabkan karena nasib buruk, tetapi lebih merupakan akibat dari rendahnya perhatian terhadap aspek keamanan dan kualitas kerja.

Akhirnya, saya ikut berbelasungkawa utk korban longsor underpass Bandara Soetta yang wafat dan berdoa agar yang selamat segera pulih dan sehat kembali. Amiin

Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

FP GUSDURIANS