Wednesday, January 16, 2019

MEMBEDAH VISI PRESIDEN JOKOWI

Tayangan di beberapa stasiun televisi tentang visi Presiden Jokowi (PJ) dilakukan sekira sehari sebelum pidato kebangsaan capres nomor 02, Prabowo Subianto (PS). Dikemas dalam sebuah format yang meniru tradisi forum "Townhall meeting" di AS, PJ bicara mengenai pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan selama 4 tahun terakhir ini di depan audiens terpilih. Selain memaparkan berbagai keberhasilan dengan ditopang data resmi, beliau juga mengundang sebagian audiens utk bertanya langsung. Tayangan inilaah yang menjadi topik dialog CNN TV tadi malam (15/1/19) dengan narsum Ubeidillah Badrun (UNJ), saya sendiri, dan dipandu oleh mas Budi Adiputra (CNN TV).

Hemat saya, penampilan PJ dan PS terkait penyampaian visi adalah sebuah pelajaran tentang kontras (a study of contrast). Format forum kedua paslon capres, adalah kontras: PJ menggunakan format panggung kecil dengan audiens terbatas, sementara PS menggunakan panggung besar dengan audiens ribuan massa pendukung. Substansi pidato juga demikian. Kalau PS bicara tentang visi, missi, dan fokus dengan lingkup multidimensi, PJ memfokuskan pada salah satu program nasional yang menjadi trade mark beliau: pembanguan infrastruktur nasional.

Kalau PS tampil bersama cawapresnya, dengan dandanan formal dan pidato menggelegar, PJ tampil sederhana, tanpa beban dan personal.Target PJ adalah mencoba meraih dukungan mereka yang yang belum memutuskan pilihan dan bahkan mereka yang berada di luar basis massanya, sementara PS masih dalam tahap konsolidasi dan merapatkan barisan serta soliditas basis massa, baik dari Gerindra maupun di luarnya, termasuk yang berasal dari oranisasi masyarakat sipil.

Pemaparan PJ lebih fokus dan meyakinkan karena ditopang oleh data yang kongkrit mengenai capaian dan problematika yang dihadapi serta apa yang akan diupayakan di masa yad. Kendati audiens PJ merupakan para pendukungnya, namun saya melihat bukan mereka yang sejatinya ingin diyakinkan oleh sang petahana. PJ menggunakan forum ini hanya sebagai wahana untuk outreach ke luar melalui serangkaian pembuktian keberhasilan pembangunan di bawah kepemimpinannya. Tampilan yang sederhana dan tidak menggebu memberikan sebuah nuansa yang kepercayaan diri yang tinggi dan optimisme. Visi PJ didasari oleh pandangan positif dan optimis mengenai masa kini dan masa depan Indonesia.

Tentu saja penyampaian visi yang dilakukan PJ bukan tanpa kelemahan. Misalnya, pilihan audiens acara ini tidak memungkinkan adanya perdebatan yang kritis terhadap paparan PJ, satu hal yang justru merupakan inti dari sebuah format Townhall meeting. Karenanya, masalah-masalah yang tak kalah penting seperti kebocoran anggaran dan korupsi dalm pembangunan infrastruktur, anggaran pembangunan desa, BPJS, dll tak akan muncul dalam format seperti ini.

Saya kira PJ dan timsesnya perlu memperluas forum interaktif ini dan melibatkan juga kelompok kritis, kendati mungkin dengan menghadirkan moderator yang efektif mengatur arus perbincangan. Demikian pula, tema forum juga diperluas, misalnya melibatkan masalah-masalah strategis seperti perlindungan HAM, kebangsaan dan kebhinekaan, ketimpangan ekonomi, penegakan hukum, dan tentu saja masalah peningkatan kapasitas SDM yang menjadi salah satu primadona PJ ke depan.

Simak video rekaman dialog di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=G5Ja_BojOQM&t=1879s
Share:

0 comments:

Post a Comment

THF ARCHIVE

Follow by Email

FP GUSDURIANS